RMOLSUMSEL

Home     


PELINDO : JIKA TAK MAU TERTABRAK JANGAN ADA TERMINAL BATUBARA
TURUNKAN TIM ASURANSI
RABU, 17 MEI 2017 , 17:59:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

KAPAL TONGKANG BATUBARA MENABRAK SALAH SATU TIANG PENYANGGA JEMBATAN AMPERA. (RMOLSUMSEL/RMS)
  

RMOL. Pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) akan segera menurunkan tim asuransi untuk mengecek kondisi kapal maupun tongkang yang menabrak fender pembatas dan tiang jembatan Ampera tadi siang, Rabu (17/5/17). Hal itu disampaikan Tedi Gunawan, Manager Kepanduan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Palembang.

"Kita sudah hubungi pihak asuransi, dan beberapa kerusakan yang terjadi pada jembatan Ampera, akan diselaikan semua oleh pihak Asuransi," ujarnya kepada RMOL Sumsel, Rabu (17/5).

Lebih lanjut dikatakan Tedi, saat ini hal yang bisa dilakukan Pelindo adalah dengan menurunkan tim Asuransi untuk melakukan survey lokasi tempat terjadinya tabrakan. Karena, semua operasional tongkang batubara diasuransikan ke perusahaan asuransi di Singapura.

"Kapal-kapal kita semua diasuransikan langsung dari Singapur, jadi yang akan turun tim asuransi. Kita hanya bisa lakukan hal utama berupa penyelamatan, dengan menyingkirkan dulu tongkang," jelasnya.

Untuk antisipasi dari pihak Pelindo agar tidak terulang, Tedi berharap semua tiang jembatan Ampera dapat dipasang fender. Karena, dengan adanya pelindung tiang tersebut, dapat melindungi benturan.

"Antisipasi agar tidak terulang ya, jangan ada terminal batubara di atas. Minimal dipasang fender, karena itu dapat melindungi jembatan, kita beruntung dengan adanya fender itu tidak kena jembatan, fendernya kuat lagi bisa nahan beban," cetusnya.

Berdasarkan obrolan dengan Walikota, pihaknya berencana menambah fender di tiang yang belum terlindungi dan rambu-rambu. Selain itu, Pelindo mensuport penuh rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk melakukan pengawasan secara bersama-sama melalui aturan yang akan dibuat.

"Saya juga takut dengan kejadian ini, karena jembatan Ampera ini ikon Palembang. Mari kita sama-sama jaga dan awasi," imbuhnya.

Terkait insiden yang terjadi, Tedi berharap pengawasannya dapat dilakukan bersama-sama. Karena, kondisi arus sungai Musi cukup kencang dan dapat menimbulkan insiden yang sama.

"Dari sungai-sungai yang ada di Indonesia, sungai Musi adalah sungai dengan arus paling kencang. Karena, sungai Musi berada di posisi 15 derajat. Jadi, jika tidak hati-hati memang cukup berbahaya," tandasnya.

Sebelumnya, insiden tongkang batubara dengan nomor lambung ARK04 yang dibawa kapal takboat Tanjung Buyut menabrak fender dan salah satu tiang jembatan Ampera

Informasi yang berhasil dihimpun, tongkang yang diketahui membawa batubara milil PT Bukit Asam (PTBA) tersebut, menabrak tiang sekitar pada pukul 11.00 WIB, hal itu diakibatkan tali penarik dari tugbot putus saat 500 meter lagi mendekati jembatan Ampera. [sri]


Baca juga:
DIDUGA ADA KELALAIAN, DISHUB: MASIH DISELIDIKI
USAI PARIPURNA, DEWAN LANGSUNG TINJAU JEMBATAN AMPERA
BIAR KAPOK, GUBERNUR MINTA MAHALKAN DENDANYA
PANTAU LANGSUNG KE LOKASI
HARNOJOYO MINTA PELINDO TANGGUNG JAWAB


Komentar Pembaca






Berita Populer

Los Pasar Induk Bukan Milik Pedagang, Wabup: Saya Tahu..
Transformasi Bank Sumsel Babel Membawanya Kembali Meraih ARA ke-3
Dana Bos Mulai Ditransfer, Alhamdulillah..