RMOLSUMSEL

Home     


RSUD AMAN DARI VIRUS WANNA DECRYPTOR
RABU, 17 MEI 2017 , 13:41:00 WIB
LAPORAN: HAFIZ AL - FANGKY

NET
  

RMOL. Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu sepertinya tidak begitu ambil pusing serta was-was dalam penggunaan jaringan internet untuk membantu penyimpanan data manajemen RSUD maupun pasien. Meskipun saat ini, sedang hebohnya virus komputer yakni wanna decryptor atau wannacry yang mana diduga menyerang sistem data beberapa rumah sakit di Indonesia.
 
Direktur RSUD Sekayu, dr Makson P Purba, MARS ditemui mengatakan, pihak manajemen sendiri tidak begitu takut akan serangan virus wannacry, walau dimedia massa telah menyebutkan untuk di Indonesia telah menyerang sistem jaringan internet dua rumah sakit di Jakarta.
 
“Kita tidak ambil pusing, memang diakui virus itu sendiri bukan merusak jaringan maupun menghapus file-file data yang penting, tapi fokus di penguncian sehingga kita tidak bisa mengakses dan membuka file tersebut. Untuk membukanya, ya itu tadi ada sistem sofware antibodinya sehingga bisa dibuka file tersebut, tapi harus ditebus dengan biaya,” ungkap Makson, kepada RMOLSumsel, Rabu (16/5).
 
Nah, dia mengatakan, serangan wannacry sendiri kebanyakan itu menyerang melalui jaringan internet. Sedangkan, pihak manajemen sendiri belum menggunakan sistem jaringan internet terbuka seperti itu, masih bersifat tertutup.

“Yang artinya kita menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) berupa backup data pasien menggunakan sistem pencatatan manual, tanpa menggunakan jaringan internet luar,” katanya.
 
Selain itu, pihak RSUD juga telah menghimbau pada pegawai untuk tidak menggunakan jaringan internet yang bersifat terbuka artinya sistem browsing, karena informasinya wannacry menyerang  komputer yang memang menggunakan jaringan internet terbuka. “Kita juga meminta jangan menggunakan jaringan internet di kantor untuk sementara waktu ini,” ucapnya.
 
Di tempat yang sama, tim Informasi Teknologi (IT) RSUD Sekayu, Srigustina menambahkan, memang RSUD Sekayu belum menggunakan jaringan internet yang bersifat terbuka, hanya saja  di website dipakai, tapi itupun belum diupgrade masih ketinggalan zaman. “Kalau sistem online, ya itu tadi kita makai internal yakni dengan sofware SIM RS, tidak terlalu menggunakan jaringan, di dalam saja,” tandasnya.[sri]


Baca juga:
NETIZEN: TIAP LIHAT ISI DOMPET PASTI KENA VIRUS WANNA CRY
RS BARI TEMUKAN PENDERITA TUMOR DIPAJANG DI BKB
TINGKATKAN MUTU PELAYANAN, RSUD SEKAYU LAKUKAN SURVEY AKREDITASI
RSUD DIHARAPKAN BEROPERASI SEBELUM ASIAN GAMES
SEHARI 3 KALI BUNGA DAN AYAH TIRI BERSETUBUH


Komentar Pembaca






Berita Populer

Kasihan, Istrinya Baru Melahirkan....
Belasan Dokter Spesialis Mundur Massal dari PNS
Bakal Dapat Suntikan DAK Rp1,4 M, Dispar Perbaiki 2 Objek Wisata