RMOLSUMSEL

Home     


DUA KORBAN PENUMPANG JUKUNG HILANG
BALITA IKUT JADI KORBAN LEDAKAN SPBB APUNG
SELASA, 16 MEI 2017 , 17:35:00 WIB

RMOLSUMSEL
  

RMOL.Dua warga atas nama Andi (18) dan Rizki (4) warga Lingkis, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), belum di temukan usai ledakan SPBB terapung yang meledak di perairan Sungai Musi Senin kemarin.

Hal tersebut di sampikan Kapolres Banyuasin, AKBP Andri Sudarmadi, Senin (16/5/2017), akibat ledakan di SPBB apung Mariana diketahui dari Rusmala istri dari Herman yang turut menjadi korban Selasa (16/5/2017) sekitar pukul.01.00 Wib tadi malam, di Rumah Sakit Umum Moh Husein Palembang, bahwa keluarga atau anak korban masih ada satu orang yang belum ditemukan akibat ledakan jukung tersebut.

Kemudian, tadi malam juga datang seorang laki- laki atas nama Yusuf yang menyatakan bahwa anaknya atas nama Andi juga ikut dalam kejadian tersebut, namun sampai saat ini belum ada berita atau belum ditemukan.

"Dari dua keterangan tersebut, maka tadi malam segera dilakukan pencarian disekitar lokasi TKP, namun belum ditemukan," ungkapnya Selasa (16/5/2017).

Lanjutnya, adapun identias korban yang belum ditemukan yaitu Andi Bin Yusuf (18 Tahun) warga lingkis OKI, yang pada saat kejadian sedang berada di dalam jukung milik Syaiful alias David.
Serta Riski bin Herman (4 Tahun), warga Lingkis OKI, yang pada saat kejadian korban sedang berada di kemudi jukung bagian depan milik Herman.

"Saat ini tim gabungan dari Polsek Mariana, SatPol air Polres Banyuasin dan Basarnas telah berkumpul di TKP untuk melanjutkan pencarian korban,"pungkasnya.[sri/bubun]


Baca juga:
H ISKANDAR PERCEPAT PEMBANGUNAN PULAU SUMATERA
SPBB TERAPUNG MELEDAK, SATU TEWAS LIMA LUKA BAKAR
TPID OKI IMPLEMENTASIKAN PROGRAM 5K
WADUH..DI OKI, RASKIN HANYA TERTUMPUK DI GUDANG BULOG
TAK PERNAH DIBANTU DANA PEMKAB OKI, LKS SUKSES GELAR TURNAMEN FUTSAL 2017


Komentar Pembaca






Berita Populer

Marak Vonis Bebas, Warga OKU Desak MA Copot Ketua PN Baturaja
Warga Pinang Belarik Heboh, Temukan Orok Perempuan
Penemuan Tangan Putus di 35 Ilir, Diduga Milik Korban Perkelahian