RMOLSUMSEL

Home     


KADES BANYAK NABRAK ATURAN, ANGKAT PERANGKAT UMURNYA KETUAAN
MINGGU, 14 MEI 2017 , 10:43:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

RMOL. Imbauan agar setiap kepala desa (Kades) mentaati aturan tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, tampaknya hanya menjadi angin lalu saja.

Ya. Disinyalir, banyak Kades di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) nekat menabrak aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam hal pengangkatan perangkat desa ini.

"Ya, saya sendiripun banyak menerima laporan aduan dari masyarakat mengenai hal tersebut. Utamanya, mengenai persyaratan umur," ungkap Ledi Patra, anggota Komisi I DPRD OKU.

Diungkapkan Ledi, banyak Kades yang menabrak aturan usia tersebut. Dimana seharusnya perangkat desa yang diangkat minimal berusia 24 tahun dan maksimal 42 tahun.

"Pada kenyataan, perangkat desa yang diangkat banyak yang ketuaan, umurnya diatas 42 tahun. Nah, saya banyak mendapati laporan mengenai hal ini. Apalagi kades-kades yang baru dilantik tahun lalu," beber politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Menurut Ledi, hal-hal seperti ini seharusnya jangan dilakukan. Sebab, apabila sang kepala desa memaksakan, otomatis secara tidak langsung perangkat desa yang diangkat itu tidak sah.

"Apalagi mau menerima gaji, tentu saja gajinya tidak sah. Karena yang bersangkutan sudah menabrak aturan. Memang tidak ada sanksi khusus. Tapi yang jelas, pengangkatan perangkat desa yang tidak sesuai aturan, itu tidak sah," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan  Desa (PMD) Ahmad Firdaus, menekankan pada setiap kepala desa, agar mentaati aturan tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Dimana aturannya sudah jelas tertuang dalam Pemendagri No 83 Tahun  2015, dan Perda OKU No 6 Tahun 2016.

"Kepala desa terpilih membentuk panitia seleksi untuk menjaring calon perangkat desa. Dan minimal 2 nama calon yang diusulkan dalam 1 jabatan untuk mendapat persetujuan dari camat. Syarat pendidikannya minimal SLTA, dan berusia 22 tahun sampai 42 tahun," katanya. [yip]


Baca juga:
WARGA MUHAMMADIYAH MULAI PUASA 27 MEI
TERNYATA BARU 40 DESA CAIRKAN DANA DESA, SISANYA BELUM
OKU BERENCANA BANGUN BANK SAMPAH INDUK
GNPF MUI OKU: CUKUP JADI PENYEIMBANG HATI YANG LUKA
TERSANGKA KORUPSI DILIMPAHKAN KE KEJAKSAAN


Komentar Pembaca






Berita Populer

Sekolah Al Azhar Palembang Diresmikan Wakil Gubernur Sumsel
Lewati Jalani Ini Semua Dibuat Was-was
Majelis Mujahidin Mendesak Jokowi Turunkan Pasukan