RMOLSUMSEL

Home     


WOW! LARISSA WATERS MENYUSUI DI GEDUNG PARLEMEN
RABU, 10 MEI 2017 , 18:03:00 WIB
LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

LARISSA WATERS/NET
  

RMOL. Inilah wanita pertama yang menyusui bayinya di ruang sidang Gedung Parlemen Australia. Dia adalah Senator Australia Larissa Waters. Dia menyusui putrinya ALia Joy di ruang sidang kemarin. Waters adalah senator dari partai sayap kiri Greens.

Diberitakan Kantor Berita BBC, Rabu (10/5), tahun lalu parlemen bergabung dengan senat untuk mengizinkan pemberian air susu ibu (ASI )di ruang sidang, namun tak ada satupun anggota parlemen yang melakukannya.


Kebijakan ini disahkan setelah di tahun 2015 terjadi kontroversi saat seorang menteri bernama Kelly O'Dwyer diminta untuk mempertimbangkan memeras ASI untuk disimpan, agar bisa mengikuti sidang parlemen.

"Kita memerlukan lebih banyak lagi perempuan dan orangtua di Parlemen," tulis Waters dalam Facebooknya.

"Dan kita juga memerlukan tempat kerja yang lebih ramah terhadap keluarga dengan aturan lebih luwes, dan juga sistem pengasuhan anak yang lebih terjangkau dari sisi biaya, bagi semua orang."

Senator dari Partai Buruh Katy Gallagher, mengatakan momen ini pantas untuk dirayakan.

"Perempuan telah melakukannya di semua parlemen di seluruh dunia," katanya kepada stasiun televisi Sky News Australia.

"Bayi akan terus dilahirkan, dan jika ibunya ingin terus bekerja di kantor sekaligus tetap bisa mengurus bayinya ... kita harus mengakomodasi hal itu."

Sampai tahun lalu, anggota parlemen hanya diizinkan untuk membawa bayi mereka sampai ke ruang kantor atau galeri umum.

Senat sudah terlebih dahulu mengambil langkah itu dengan mengizinkan para senator untuk menyusui di sidang sejak tahun 2003.

Isu ini menjadi permasalahan sensitif di banyak parlemen di seluruh dunia. Pada tahun 2016, anggota parlemen Spanyol Carolina Bescansa, dari partai Podemos (Kita Bisa), dikritik sekaligus dipuji karena membawa serta bayinya ke parlemen dan memberinya ASI.

Tahun lalu, sebuah laporan tentang keberagaman dalam politik Inggris merekomendasikan agar izin menyusui di dalam gedung parlemen dipertimbangkan.

Namun, pada tahun 2015 salah seorang anggota parlemen memperingatkan bahwa hal itu berisiko menjadi olok-olok media. [ida]


Baca juga:
BONN CHALLENGE PERKUAT KOMITMEN PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN
TJAHJO KUMOLO: TOKOH NASIONAL KOK ANTI PANCASILA
H HAZUAR BIDUI: POTENSINYA MELEBIHI SINGAPURA
PERIKSA SURAT KENDARAAN
MENTERI YANG DIPECAT JOKOWI INI PIMPIN TIM SINKRONISASI ANIES-SANDI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Sudah Disaksikan di 50 Kota, M20H Kembali Diputar
Minim Fasilitas Namun FPTI Pagaralam Mampu Tunjukan Prestasi
Buat Pupuk dan Briket Alternatif Tidak Bakar Lahan