RMOLSUMSEL

Home     


LUHUT SALAHKAN ANIES JIKA JAKARTA TENGGELAM
SENIN, 08 MEI 2017 , 19:29:00 WIB

MENTERI KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN LUHUT BINSAR PANDJAITAN /NET
  

RMOL. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersikukuh bahwa reklamasi di Pantai Utara Jakarta tidak boleh dihentikan.

Pasalnya, Luhut mengatakan berdasarkan kajian yang telah dilakukan pihaknya, tanah Jakarta akan tenggelam 8 hingga 23 cm apabila proyek pembangunan reklamasi dan tanggul laut raksasa tidak dilaksanakan.

Atas dasar itu, Luhut pun mengaku akan lepas tangan jika Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjalankan janjinya untuk menghentikan proyek reklamasi

"Kalau mau distop ya bikin aja situ stop, nanti kalau udah Jakarta tenggelam atau menurun, ya tanggung jawab. Jadi jangan nanti lari dari tanggung jawab di kemudian hari," kata Luhut kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (8/5), seperti diberitakan RMOL.Co.

Namun demikian, Luhut tak menjawab saat ditanya apakah ada rencana pertemuan dengan Anies-Sandi dalam waktu dekat untuk membicarakan proyek reklamasi. Luhut malah menekankan jika reklamasi memiliki landasan hukum yang kuat.

Mantan menteri politik hukum dan keamanan (menkopolhukam) ini pun menegaskan jika keputusan Presiden untuk membangun proyek reklamasi sudah diteken mulai dari Presiden kedua Soeharto hingga Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

"Bukan zamannya Pak Jokowi lho, jangan dikaitkan sama Pak Jokowi. Pak Jokowi itu hanya melanjutkan Keppres dari Pak Harto kemudian Pak SBY. Jadi landasan hukumnya sangat kuat," demikian Luhut.[sri]


Baca juga:
TIM SINKRONISASI ANIES-SANDI SEGERA DIUMUMKAN
AHOK TAK MAU PROGRAM RUMAH TANPA DP MASUK APBD PERUBAHAN
PRESIDEN JOKOWI DAN PIMPINAN KPK LAKUKAN PERTEMUAN TERTUTUP
JK: APA SALAHNYA, SEMUA TEMAN SAYA
MENKEU HARUS KLARIFIKASI SOAL KESALAHAN JOKOWI DI HONGKONG


Komentar Pembaca






Berita Populer

Balon Gubernur Dukung Pemuda Sumsel Kembangkan Ekonomi Kreatif
PAN "Ditendang" dari Koalisi
Mbak Rachma: Ngomong "Saya Pancasila" Tapi Kok Nggak Paham Artinya