Mengenal Lebih Dekat

H Mularis Djahri: Saya Orang Biasa

#hashtag  MINGGU, 07 MEI 2017 , 09:20:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

H Mularis Djahri: Saya Orang Biasa

H Mularis Djahri/RMOLSUMSEL

RMOL. Dia lahir di Palembang 8 Agustus 1964 silam, tentu jika dilihat dari sisi usia sangat matang dalam bergaul, berfikir dan bertindak.

Alumni SMA Negeri 3 Kota Palembang yang menyelesaikan study pada 1982 ini kini tengah disibukkan dengan menjalankan empat bidang usaha yang cukup lumayan besar. Mulai dari perkebunan, kontraktor, penyewaan alat berat dan SPBU.

Tapi tahukan Anda, perjalanan dan perjuangan hidup sosok H Mularis Djahri hingga mencapai kesuksesan dalam karier bisnisnya, berikut ini hasil wawancara RMOLSumsel, Minggu (7/5).

"Kalau berbicara beruntung atau keberuntungan tentu saja itu bukan saya. Meniti karier dan membangun usaha dari nol baru tepat," ujarnya.

Dijelaskannya, kesuksesannya dimulai dari tahun 1982, kala itu selesai menamatkan sekolah di SMA 3 Palembang dirinya memberanikan diri mengikuti masuk Secata Milsuk Polri.

"Itu saya lakukan atas dasar kekaguman akan almarhum ayah saya H Djahri yang merupakan anggota Polri berpangkat Peltu. Dan atas restu Ibunda almarhumah Hj Siti Aisyah akhirnya lulus dan jadilah Mularis polisi," ungkapnya.

Setelah bertugas sekitar 10 tahun, untuk meningkatkan karir di Polri, suami Hj Farida ini melanjutkan pendidikan Secaba Reguler Polri tahun 1992.

Lulusan Secaba Polri dengan pangkat sersan polisi dia yang memiliki enam orang anak serta satu istri, harus bekerja keras dan berupaya mencari usaha sampingan yang halal di luar jam dinasnya sebagai aparat penegak hukum, karena penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya kala itu.

Dengan pendapatan dari usaha sampingannya, Mularis mencoba secara bertahap membuka kebun sawit di tanah leluhurnya Kecamatan Campang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.  

Kebun yang dirintisnya itu ternyata berhasil sehingga pada tahun 2005 dia memilih untuk pensiun dini dari dinas kepolisian dengan pangkat terakhir Sersan Kepala.

Sekarang ini terkesan orang tidak ingat lagi kalau Mularis adalah pensiunan polisi yang merintis karir dengan pangkat satu balok merah merupakan paling rendah di institusi kepolisian itu, karena "terbius" dengan kedudukannya sebagai Direktur Utama PT Campang Tiga yang kantornya terpusat di Palembang.

"Saya orang biasa yang terus bermimpi dan mewujudkannya jadi kenyataan," kata Ketua DPD Partai Hanura Sumsel ini.

Sosok merakyat dan dekat dengan kalangan pejabat baik pemerintahan, TNI, Polri dan tokoh masyarakat di Sumsel ini dapat menginspirasi masyarakat secara lebih luas.

"Artinya jangan berhenti bermimpi, bertindak, berjuang sampai hasilnya menjadi kenyataan," pesan alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang lulusan 1994 ini.[rik] 

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00