Baca Ini Agar Tak Selalu Dilanda Kelelahan

Kesehatan  MINGGU, 23 APRIL 2017 , 18:41:00 WIB

Baca Ini Agar Tak Selalu Dilanda Kelelahan
RMOL. Anda sudah memastikan tidur 8 jam dalam semalam, tetapi masih saja selalu lelah? Sebelum menyalahkan kehidupan yang sibuk, ada baiknya Anda cari tahu lebih banyak mengenai kemungkinan penyebab mengapa selalu merasa lelah.

Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda selalu merasa lelah seperti diberitakan JPNN, Minggu (23/4):

1. Anemia.

Gangguan ini membuat sulit bagi darah untuk menggerakkan oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Anemia biasanya disebabkan tubuh Anda kekurangan zat besi. Zat besi membantu transportasi oksigen.

Beberapa orang yang memiliki anemia mengembangkan sindrom kaki gelisah (RLS), suatu kelainan yang menyebabkan rasa ketidak nyamanan untuk menggerakkan kaki saat beristirahat.

2. Diabetes.

Kelelahan adalah gejala umum dari diabetes, namun alasan di balik kelelahan mungkin karena berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit ini.

Meskipun orang-orang dengan diabetes lebih rentan terhadap infeksi dan anemia, yang keduanya bisa menyebabkan kelelahan, kadar gula darah yang berfluktuasi juga harus disalahkan.

Obesitas dan kurang olahraga bisa membuat orang merasa kelelahan dan juga diabetes.

3. Masalah tiroid.

Kelenjar tiroid yang terletak di leher Anda membantu tubuh mengontrol penggunaan energi.

Jika kelenjar ini kurang aktif (hypothyroidism), maka Anda akan merasa lesu dan lelah.

Risiko terhadap hipotiroidisme meningkat seiring dengan bertambahnya usia, sehingga beberapa wanita yang berpikir kelelahan mungkin karena menopause, padahal sebenarnya hal tersebut disebabkan oleh masalah tiroid.

4. Apnea tidur.

Banyak orang mendengkur dan biasanya hal ini disebabkan sleep apnea. Gejala yang paling umum adalah kelelahan kronis.

Obesitas merupakan faktor risiko utama masalah ini, seperti merokok, faktor keturunan dan penggunaan alkohol yang berlebihan.

Bila tidak diobati, sleep apnea bisa menyebabkan beberapa masalah serius termasuk penyakit jantung dan kematian dini.

5. Depresi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa risiko mengembangkan depresi adalah tertinggi di antara mereka dengan masalah insomnia dan kesulitan dengan tidur, menurut National Sleep Foundation. [ida]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00