Aksi Mitigasi Nasional

Banyuasin Jadi Percontohan Turunkan Emisi Secara Nasional

KABUPATEN BANYUASIN  SABTU, 22 APRIL 2017 , 08:39:00 WIB

Banyuasin Jadi Percontohan Turunkan Emisi Secara Nasional

Lokakarya Rendah Emisi/RMOLSUMSEL/Bubun Kurniadi

RMOL. Pemerintah Provinsi sampai tingkat Kabupaten dan kota, di harapkan dapat berperan secara efektif dalam menurunkan emisi sebesar 29 persen sampai 41 persen. Hal inid disampaikan Suyanto, selaku Koordinator World Agroforestry Center (ICRAF) untuk program Locally appropriate mitigation actions in Indonesia (LAMA-I).

"LAMA-i adalah projec yang didanai oleh lembaga internasional negara Denmark. Bertujuan agar pemerintah daerah terkait mempunyai kemampuan dalam mengembangkan rencana penurunan emisi yang terintegrasi sebagai bagian dari rencana aksi mitigasi nasional," kata Suyanto dalam kegiatan lokakarya pembelajaran strategi pembangunan rendah emisi di Auditorium Pemkab Banyuasin.

Masih Katanya, pelaksanaan kegiatan LAMA-I berkolaborasi bersama mitra, khususnya Badan Perencanaan Nasional (BAPPENAS)‎ dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), yang bertujuan untuk mendukung upaya Indonesia dalam "mensinergikan aksi mitigasi lokal dan ekonomi hijau".

Selain itu, dengan mengimplementasikan dan melengkapinya melalui aksi nyata di sejumlah Kabupaten percontohan, maka diharapkan program LAMA-I akan mampu memberikan kontribusi penting bagi pemerintah daerah maupun nasional dalam mencapai target komitmen penurunan emisi.

"Untuk di Sumsel, ada tiga daerah yang dijadikan percontohan, yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Musi Rawas, dengan di koordinir oleh BAPPENAS dan kementrian lingkungan hidup, diharapkan setiap provinsi di Indonesia termasuk Sumatera Selatan, dapat melaksanakan program ini," paparnya.

Lanjutnya, ada dua hal positif yang bisa diraih dari pencapaian program ini, yaitu terjadinya perubahan iklim sehingga dapat mempengaruhi cocok tanam,dan pengurangan dampak elnino sehingga bencana kebakaran dapat dicegah.

"Dampaknya bisa jangka panjang dan berkelanjutan pertumbuhan serta lainnya. Kalau kebakaran tidak terjadi, maka otomatis gangguan asap terhadap kesehatan juga bisa diminimalisir," ungkapnya.[bubun/rik]

Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00