RMOLSUMSEL

Home     


DIREKTUR GRATIFIKASI KPK SINDIR ALEX NOERDIN YANG TERLALU PRO RAKYAT
JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 21:40:00 WIB
LAPORAN: AAN WAHYUDI

FOTO AAN/ RMOLSUMSEL
  

RMOL. Kejadian tak terduga muncul dalam sosialisasi pencegahan korupsi terintegrasi pada Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan yang berlangsung di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (21/4).

Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, dan 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel telah menandatangi komitmen pencegahan korupsi, yang inti dari naskah komimen meliputi tidak memberi, tidak menerima, dan akan membangun sistem pencegahan gratifikasi didaerah masing-masing.

"Boleh ngasih pempek maksimal Rp 200 ribu, dan dalam satu tahun maksimal Rp 1 juta," ungkapnya.

Begitu sampai di Sumsel, Giri mengungkapkan, dirinya melihat banyak pembangunan yang pro rakyat di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Hanya saja, tidak diimbangi dengan memberikan kesejateraan kepada para pegawai di Lingkungan Pemprov Sumsel.

"Saya melihat pemerintah Sumsel terlalu pro rakyat. Sehingga lupa memberikan tunjangan pegawai kepada pegawainya," tuturnya, yang sontak membuat hadirin mulai dari Bupati/Walikota dan para staf tertawa.

Menurutnya, dengan meningkatkan kesejahteraan atau gaji yang sesuai kepada para pegawai, akan menghilangkan korupsi di tingkat bawah.

"Memberi walaupun tidak mempengaruhi keputusan, tetap masuk gratifikasi" tegasnya. [yip]


Baca juga:
RAKYAT TIDAK AKAN BERGEJOLAK JIKA KEPASTIAN HUKUM ADA
PASCA OTT OKNUM KADES, POLISI DALAMI KEMUNGKINAN TERSANGKA LAIN
WARGA ULAK DIGEMPARKAN TEMUAN MR X MENGAPUNG
KARTINI TRANSMUSI INI BANGGA BISA LAKONI PEKERJAAN KAUM ADAM
KPK BERHARAP DAPAT INFORMASI SIGNIFIKAN SOAL KASUS NOVEL DARI POLRI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Ketua Masjid Wafat Saat Jadi Imam Shalat Taraweh
Usai Takbiran Wako Pagaralam Langsung Bersihkan Pasar
Napi Tidak Diperhatikan Pemkab OKU, Ka Rutan Baturaja Ngadu..