Brigadir "K" Ditahan dan Terancam di PDTH

Sosial  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 19:32:00 WIB | LAPORAN: AAN WAHYUDI

Brigadir

Kapolda Irjen Agung Budi Maryoto membesuk korban penembakan/RMOL

RMOL. Dari hasil rangkaian pemeriksaan yang dilakukan di Mapolda Sumsel. Brigadir "K" dalam kasus penembakan brutal dinyatakan sebagai tersangka. Sesuai pasal yang dikenakan, pasal 359 KUHP, Brigadir "K" terancam mendapatkan hukuman selama 5 tahun.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, dalam konteks pemecatan terhadap Brigadir "K", bisa saja dilakukan. Sesuai dengan aturan yang ada di Polri seperti PDTH.

"Jadi, dalam peraturan Polri, kalau dapat ancaman lebih dari 4 tahun,  dapat dilakukan pemecatan atau PDTH. Tapi, kami konsentrasi melengkapi berkas supaya cepat proses hukum," tegasnya, Jumat (21/4).

Kapolda menambahkan, sampai dengan saat ini, Brigadir "K" masih berstatus sebagai anggota Polri. Pihaknya terus mengembangkan pemeriksaan, dalam konteks yang bersangkutan sebagai tersangka. Dengan pasal tuduhan 359 KUHP, karena kelalaiannya.

"Niatnya (Brigadir K) menghentikan, tapi lalai karena mengakibatkan hilangnya nyawa dan luka," katanya.

"Mulai hari ini (Brigadir K) dilakukan penahanan," tambahnya.

Berdasarkan catatan kepolisian. Kapolda menambahkan, Brigadir "K" belum pernah melakukan pelanggaran, dan baru kali ini melakukan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dan menimbulkan korban luka.

Dari hasil pemeriksaan terhadap salah satu korban berinisial "S", yang bersangkutan tidak memiliki SIM dan menggunakan Nopol BG palsu, yang seharusnya menggunakan plat Jakarta.

"Sekarang sedang kami lidik keabsahan kepemilikan kendaraan tersebut. Apakah, betul-betul dibeli apakah lain, kami belum tahu," imbuhnya. [yip]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00