RMOLSUMSEL

Home     


KPK SOSIALISASIKAN GRATIFIKASI
PAHAM TAPI PURA-PURA TIDAK TAHU
JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 17:18:00 WIB

RMOLSUMSEL
  

RMOL. Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin membuka langsung Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi pada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sumatera Selatan, yang dihadiri langsung Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono, di Auditorium Bina Praja, Jum'at (21/4).

Sosialisasi ini  berjumlah 178 peserta dari 17 Kabupaten/Kota,  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sumsel. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil dari kegiatan teknis rencana kerja terkait pengendalian gratifikasi yang dilaksanakan Komisi Pencegahan Korupsi (KPK)tahun lalu.

"Gratifikasi tidak pernah minta, karena itu diberikan sesuai kepemimpinan," tegas Alex.

Direktur Gratifikasi, Giri Suprapdiono menghimbau kepada pemangku kepentingan untuk tidak memberi, tidak menerima, dan diterapkan di wilayah masing-masing. Ia juga menguraikan negara ini sedang menghadapi tiga persoalan besar yakni krisis keteladanan, miskin tanggung jawab, hilangnya sikap apresiasi.

Cara terbaik untuk menyikapinya memimpin dengan kepemipinan dengan keteladanan, selesai dengan dirinya, tahu akan tujuan akhir hidupnya .

Ada 7 klasifikasi korupsi menurut UU Nomor 31 tahun 1999 jo UI Nomor 20 tahun 2001. Kerugian keuangan negara, suap, gratifikasi, penggelaan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang,konflik kepentingan dalam pengadaan.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Alex Noerdin menambahkan, sesuai peran dan fungsi tugas Aparatur Sipil Negara (APN) adalah untuk memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat. Untuk menuju wilayah bebas korupsi maka komitmen peningkatan pelayan publik menjadi tangung jawab semua elemn masyarakat.

Ia juga menuturkan perbaikan dalam pelayan publik harus komitmen , juga keterlibatan semua elemen bangsa.

“Saya yakin pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam rangka menciptakan birokrasi bersih dan meningkatka pelayanan piblik yang prima,” tuturnya.

Sosialisasi ini dikatakan Alex, untuk meningkatkan pemahaman mengenai gratifikasi dan suap di lingkungan pemerintah. Pembangunan sistem ini juga dianggap memudahkan pemahaman mengenai apa yang dibolehkan dan apa yang tidak dari segi jumlah uang, kesiapan, pengendalian pemahaman.

“Sesungguhnya gratifikasi merupakan langkah awal sikap yang akan menghantarkan resiko korupsi yang lebih besar. Bisa dikatakan gratifikasi merupakan akar korupsi, ya meski masih banyak juga yang pura-pura tidak tahu. Nah setelah sosialisasi ini dianggap semua sudah paham. Saya harap acara sosialisasi ini tidak hanya bersifat seremoni dan formalitas semata, namun sebagai bentuk komitmen,” tutup Alex. [rel]


Baca juga:
INI PERNYATAAN DIREKTUR RSUD KAYUAGUNG
KOMITMEN TOLAK GRATIFIKASI
GUBERNUR: HARUS TAHU BATASAN MEMBERI DAN MENERIMA
SUDAH 3 PEJABAT SIAP BEREBUT KURSI SEKDA SUMSEL
PERIKSA DAN OPERASI ULANG SENJATA


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Video Persiapan Asian Games Pukau Komisi IV DPR RI
Gubernur Alex Noerdin Sambut Baik Peringatan Paskah 2017
Peringati Isra Mi'raj Bersama Warga Kampung Sukawinatan