RMOLSUMSEL

Home     


SOSIALISASI PENCEGAHAN GRATIFIKASI
GUBERNUR: HARUS TAHU BATASAN MEMBERI DAN MENERIMA
JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 16:26:00 WIB
LAPORAN: AAN WAHYUDI

RMOLSUMSEL
  

RMOL.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, dan 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan menandatangani komitmen pencegahan korupsi terintegrasi. Untuk bersama-sama terhindar dari indikasi korupsi.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan, Pemerintah Daerah (Pemda) mempunyai peran strategis dalam pembangunan negara. Untuk itu, diperlukan komitmen untuk bersama-sama mencegah adanya gratifikasi.

"Pemda punya peran strategis, memperkuat komitmen pemda dalam pengendalian gratifikasi," ungkapnya, saat Pembukaan Sosialisasi tentang Gratifikasi dan Penandatanganan Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi pada Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (21/4).

Adanya sosialisasi tersebut, Gubernur mengharapkan, Bupati/Walikota akan semakin paham dengan gratifikasi. Mengenai batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh, baik menerima ataupun memberi.

"Meningkatkan pemahaman tentang gratifikasi dan suap, apa yang dibolehkan, dan yang tidak dibolehkan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyampaikan dihadapan Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono. Apabila, pengiriman kuliner asli Kota Palembang, Pempek telah cukup populer, dengan pengiriman mencapai sekitar 6 ton dalam sebulan.

"Banyak juga yang cak-cak dak tahu, alasan kurang paham, dan penanganan gratifikasi harus dilaksanakan sepenuh hati," harapnya.[sri]












Baca juga:
JENGUK KORBAN PENEMBAKAN
GUBERNUR SUMSEL LOUNCHING PPK BLUD BPSDMD DAN MEMBUKA DIKLAT PIM POLA PPK-BLUD
GUBERNUR SAYANGKAN AKSI OKNUM POLISI MAIN 'BERONDONG' TEMBAKAN
MEDCO E&P KEMBALI RAIH SRIWIJAYA CSR AWARD
OKE, SAYA SIAP NYALON TAPI.....


Komentar Pembaca






Berita Populer

BUMI Sumsel Deklarasikan Cak Imin Cawapres
Jika Pilkada Sekarang, Ishak Mekki Langsung Jadi Gubernur Sumsel
Rakerda PAN Kacau, Herman Deru 'Balik Belakang'