Bocah SD Disidang, Ini Penjelasan Polisi

Kriminal  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 15:12:00 WIB

Bocah SD Disidang, Ini Penjelasan Polisi
RMOL.  Pengadilan Negeri Jember tengah menyidangkan kasus tabrakan Yaris versus pengemudi motor yang dikendarai dua bocah SD, AW dan YA.

Proses persidangnya masuk dalam diversi. Yakni, pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. AW menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Kapolres Jember AKBP Kusworo menceritakan, awalnya AW selaku pengemudi membonceng YA mengendara di Jalan Tisnogambar, Kecamatan Bangsalari, Kabupaten Jember, pada 12 September 2016.

Di jalan tersebut, AW menyalip dan terlalu mengambil ke kanan sehingga disambar mobil Yaris.

"Anak SD itu umurnya 12 tahun, belum ada SIM. Kemudian saat dia melaju ada mobil Avanza putih di belakangnya mobil Yaris. Dia (AW) mau nyalip dan saat dia mau ngambil ke kanan, dia ngambil yang berlawanan arah," kata Kusworo seperti diberitakan JPNN.com, Jumat (21/4).

Kusworo menambahkan, posisi tersebut bisa disimpulkan bahwa AW yang menabrak mobil Yaris. Kata dia, itu didasarkan pada olah tempat kejadian perkara.

"Posisi Yaris itu posisinya itu dalam kondisi yang benar dan ruas yang benar. Hasil olah TKP dilihat rem yang rusak adalah kanan motor dan kiri mobil. Dari pecahan kaca-kaca pun terlihat menggesek pada sebelah mobil," kata dia.

Pada saat itu, mobil Yaris pun tidak memperkarakan kedua korban. Bahkan, sopir Yaris ingin bertanggung jawab, tapi bantuan itu dianggap tidak setimpal dengan luka korban.

"Nah kemudian persepsi orang tua si korban AW dan YA persepsinya dia, kalau motor dan mobil tabrakan yang salah mobil," kata dia.

Orang tua YA, kata dia, merupakan pihak yang paling kukuh memperkarakan sopir Yaris.

"Nah orang tua YA dia tidak tahu dengan keyakinannya mau lanjut itu akan membawa situasi AW terpojok," kata dia.

Sebab, meski YA sebagai korban, dalam posisi ini AW-lah yang menyebabkan kecelakaan itu. Belum lagi, AW tidak memiliki SIM. [ida]

Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00