Oh.. Polisi Malaysia Selamatkan 153 WNI Korban TPPO

Sosial  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 14:33:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Oh.. Polisi Malaysia Selamatkan 153 WNI Korban TPPO
RMOL. Polisi Diraja Malaysia, atas laporan dari Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, menyelamatkan 153 warga Indonesia yang diduga diperdagangankan dan dipekerjakan secara ilegal di sebuah perusahaan burung walet Maxime Birdnest.

“Setelah Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur melapor pihak berwenang sebanyak tiga kali, laporan terakhir akhirnya ditindaklanjuti aparat karena memenuhi cukup bukti. Saat melakukan penggerebekan sekitar tiga minggu lalu, 153 WNI berhasil diselamatkan,” tutur Arrmanatha di Gedung Kemlu seperti diberitakan CNNIndonesia.com, Jumat (21/4).

Arrmanatha berujar, pihak KBRI sudah lama mendapatkan informasi mengenai dugaan perdagangan WNI ini. Kecurigaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini menyusul laporan yang mengindikasikan bahwa ratusan WNI tersebut bekerja tanpa dibayar.

Dia mengatakan, KBRI melaporkan kasus ini kepada kepolisian Malaysia sejak 28 Februari lalu. Karena belum memiliki cukup bukti, polisi baru bisa menindaklanjuti kasus ini dan menggerebek pabrik tersebut sekitar akhir Maret.

Ia menuturkan, 51 dari 153 WNI yang diselamatkan diduga menjadi korban TPPO. Sementara 102 lainnya diduga dikirim ke Negeri Jiran secara ilegal.

Saat ini, tutur Arrmanatha, ratusan WNI yang berasal dari sejumlah daerah seperti Jawa Tengah tersebut masih berada di Malaysia untuk membantu penyelidikan polisi.

Sementara itu, sang pemilik perusahaan yang sempat ditangkap akhirnya dibebaskan dengan jaminan 60 ribu ringgit Malaysia.

Arrmanatha mengatakan, 102 WNI yang melanggar imigrasi ini juga sudah dibebaskan, namun masih belum diperbolehkan meninggalkan Malasyia untuk kepentingan penyelidikan.

“Sedangkan 51 WNI yang diduga korban TPPO masih dalam investigasi. Jika mereka tidak memenuhi kriteria korban TPPO, mereka juga akan dipulangkan seperti yang lainnya,” ujarnya menambahkan. [ida]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00