RMOLSUMSEL

Home     


SANTRI JADI DOKTER, PRODUK ANDALAN DISDIKBUD MUBA
JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 13:08:00 WIB
LAPORAN: HAFIZ AL - FANGKY

PROGRAM SJD/RMOLSUMSEL/HAFIZ AL FANGKY
  

RMOL. Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Musi Banyusin (Muba) terus gencar melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualiatas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) bagi anak didik.

Seperti beberapa waktu lalu, disdikbud Muba telah menjalin kerjasama dengan salah satu lembaga swasta Putera Sampoerna Foundation (PSF) - School Development Oitreach (SDO).

Selain itu, saat ini disdikbud Muba juga tengah menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, guna mensukseskan program unggulan Santri Jadi Dokter (SJD).

Program ini, membuka peluang bagi siswa atau santri yang ingin bersekolah hingga keperguruam tinggi dengan biaya gratis.

"Program Santri Jadi Dokter (SJD) ini kita berikan kepada anak didik warga Muba secara gratis hingga ke perguruan tinggi kedokteran.

Dari itu kita melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan harapan siswa atau santri yang berminat dapat sesegera mungkin mempersiapkan diri dan mendaftarkan diri kepada pihak panitia,” kata syafaruddin kepada RMOLSumsel, Jumat (21/4).

Dikatakanya, program Santri Jadi Dokter ini merupakan program tahunan yang memang diperuntukkan bagi para santri memiliki cita-cita untuk menjadi dokter. Program ini telah berjalan sejak tahun 2008 hingga sekarang.

“Sudah 10 tahun program ini terlaksana berkat komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tegasnya.

Ia menyebut, bagi siswa atau santri yang berminat mengikuti program ini harus memenuhi beberapa syarat khusus diantaranya, siswa yang berasal dari Jurusan IPA dengan prestasi hasil belajar Jurusan IPA dengan Prestasi hasil belajar (Raport) kelas XI (semester 1 dan 3) serta dan kelas XII (semester 1) sekurang-kuranya 75.

“Selanjutnya, untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia, minimal IPA 75. Selain itu juga mesti mampu berbahasa dan menulis huruf Arab, dan hapal Alquran Juz 30 (Juz Amma) dan surat-surat pilihan lainya,” terangnya.

Dirinya berharap antusias siswa dapat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sebab ini merupakan program kuliah gratis yang membuka peluang bagi para santri untuk mewujudkan cita-cita mereka.

“Jadi bagi santri yang berminat silahkan untuk mendaftar di skretariat yang telah kita siapkan,” pungkasnya.[rik]


Baca juga:
WUIIIH! DIGELAR PERTANDINGAN VOLI DI LOKASI UJICOBA NUKLIR KORUT
KADINKES: PROGRAM JUMAT BERSIH TURUNKAN ANGKA DBD OKU
IBU RUMAH TANGGA JUGA KARTINI MULIA
TIDAK ADA ISTILAH 'TIDAK MAMPU' WAHAI KARTINI INDONESIA
KASIHAN! BOCAH SD JADI TERDAKWA, SOPIR YARIS MALAH MELENGGANG


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Martunis Si Anak Angkat Ronaldo Memang Unik....
Jalin Kasih di Facebook, Gadis Italia-Pemuda Jawa Segera Menikah
Danau Ulak Lia, Legenda Seorang Gadis, Kini Terbengkalai..