Tidak Ada Istilah 'Tidak Mampu' Wahai Kartini Indonesia

Budaya  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 11:22:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

Tidak Ada Istilah 'Tidak Mampu' Wahai Kartini Indonesia

Praktisi Komunikasi Universitas Sriwijaya, Shinta Desiyana, S.IP., M.Si./RMOLSUMSEL/Erik Okta

RMOL. Mengutip sepenggal kalimat di Surat yang dituliskan oleh R.A. Kartini kepada sahabatnya Stella Zihandelaar tertanggal 6 November 1899. "Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

Betapa sejak saat itu sesungguhnya Kartini seolah ingin memberitahukan kepada semua orang tentang kegalauannya akan nasib kaum wanita.

Dimana, kaum wanita tidak diizinkan untuk memiliki kesempatan belajar apalagi sampai mengenyam pendidikan di tingkat yang lebih tinggi seperti saat ini.

"Bagaimana wanita mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, jika dia sendiri pun tidak mengetahui apa itu pendidikan," kata Praktisi Komunikasi Universitas Sriwijaya, Shinta Desiyana, S.IP., M.Si. kepada RMOLSumsel, Jumat (21/4).

Beruntunglah, di zaman sekarang ini wanita sudah diizinkan untuk memiliki kesempatan belajar, menikmati apa yang dinamakan dengan 'pendidikan'.

"Mengapa saya sebut pendidikan dan bukan pengajaran, karena untuk membuat generasi masa depan bangsa menjadi lebih baik. Kita tidak cukup memberikan pengajaran dari segi pengetahuan, tetapi juga memberikan pemahaman akan pengetahuan melalui pendidikan tersebut," jelasnya.

Mencermati sosok Kartini sebagai seorang tokoh yang memperjuangkan hak kaum wanita untuk memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria, kita sebagai sosok pejuang wanita di era modern saat ini seharusnya memanfaatkan sebaik mungkin serta bersyukur dengan segala kesempatan dan fasilitas yang ada.

"Tidak ada istilah 'tidak mampu', karena sesungguhnya, seorang wanita akan mampu melakukan apapun ketika dia memang mau dan memiliki tekad yang kuat untuk melakukannya," tegasnya.

Disisi lain, kecanggihan teknologi juga mendukung kemampuan sebagai wanita untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang sedang terjadi di dunia, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mau tahu tentang perkembangan teknologi.

Dan sebagai seorang wanita, yang juga dituntut menjadi panutan bagi anak-anak kelak, maka harus bisa melakukan yang terbaik bagi dan selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang membuat wanita bisa menjadi sosok anak, kakak, istri serta ibu yang lebih baik.

"Berbanggalah kita sebagai wanita, karena sebagai seorang wanita kita memiliki status dan keistimewaan yang luar biasa. Selamat hari kartini bagi semua wanita Indonesia, semoga semangat Kartini akan selalu menjadi sumber kekuatan bagi kita semua," pungkasnya.[rik]




Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00