RMOLSUMSEL

Home     


MEDIASI GAGAL, BOCAH SD TERANCAM JADI TERPIDANA
JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 10:55:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Upaya kekeluargaan atas kasus kecelakaan yang membelit Ayu belum brhasil.  Widiyaningsih dan Yeni Amelia alias Windi. Dua bocah SD ini terlibat kasus tabrakan di Bangsalsari, Jember.

Padahal, sejak ditangani kepolisian, mediasi intensif sudah dilakukan. Bahkan, hingga ranah hukum, upaya mediasi masih menemui jalan buntu. Kemarin terpaksa harus masuk ke ruang sidang anak di Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Mereka terpaksa melanjutkan perkara hukumnya karena saat diversi (mediasi di pengadilan) kembali menemui jalan buntu. Dua anak di bawah umur itu duduk di kursi berbeda. Windi sebagai saksi korban, sedangkan Ayu yang mengendarai motor saat kejadian menempati kursi pesakitan (sebagai terdakwa).

Ayu, pelajar kelas VI SDN Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, disidang karena orangtua Windi -Ahmad Baidowi- tetap yakin sopir mobil Yaris bersalah sehingga harus meminta maaf serta bertanggung jawab.

Saat diversi di ruangan lantai 2 PN Jember, dua kali mediasi yang dilakukan sejak pukul 13.30 kemarin. Pada proses diversi pertama, Ayu dan Windi yang ditemani penasihat hukumnya didudukkan semeja dengan pengemudi mobil Yaris Imron Rosyadi dan ibunya.

Sedangkan orangtua dua anak tersebut tidak boleh memasuki ruang diversi. Namun, proses diversi pertama tidak membuahkan hasil.

Baru kemudian tahap kedua yang melibatkan Ayu dan Windi serta orangtuanya untuk berembuk bersama petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember dan petugas pengadilan lainnya.

''Masih ada miscommunication. Orangtua Windi masih ngotot perkaranya diteruskan,'' ungkap Didik, petugas Bapas Kelas II Jember seperti diberitakan JPNN, Jumat (21/4).

Karena upaya mediasi kembali buntu, akhirnya kasus kecelakaan yang melibatkan dua bocah SD itu terpaksa harus disidangkan. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Slamet Budiono itu berjalan tertutup dengan agenda pembacaan dakwaan dan keterangan saksi korban.

Sekitar satu jam kasus itu disidangkan, hakim Slamet Budiono menskors persidangan hingga Selasa, 2 Mei 2017.


''Penasihat hukum terdakwa yang meminta supaya persidangan ditunda,'' kata Slamet Budiono setelah memimpin persidangan.

Menurut Slamet, persidangan dilanjutkan karena proses mediasi atas kasus tersebut menemui jalan buntu alias gagal. Karena itu, pemeriksaan dilanjutkan pada hukum acara.

"Sidang selanjutnya, bisa memintai keterangan saksi yang diajukan pihak penuntut umum,'' ungkapnya.

Slamet menjelaskan, apabila dalam persidangan terbukti bersalah, terdakwa Ayu akan dijatuhi hukuman. Bahkan, statusnya bisa menjadi terpidana.

''Intinya, yang bersalah akan dihukum. Mengenai hukumannya seperti apa akan dimusyawarahkan,'' jelasnya. [ida]


Baca juga:
ROLLING JABATAN MAKSIMALKAN KINERJA WAKIL RAKYAT
PESERTA PKH PAGARALAM TERUS BERTAMBAH-
GARA-GARA JARANG BERJUMPA KEKASIHNYA, SYAFII DIBUI
GUBERNUR SUMSEL LOUNCHING PPK BLUD BPSDMD DAN MEMBUKA DIKLAT PIM POLA PPK-BLUD
WARGA GAJAH MATI DITEMBAK OTD


Komentar Pembaca






Berita Populer

Bandit Pecah Kaca Gasak 45 Juta Milik Anggota DPRD Kota Pagaralam
Demi Fantasi Seksual dan Uang, Ardhi Jual Istri Sendiri
Dipicu Dendam, Candra Tewas Lima Tusukan