RMOLSUMSEL

Home     


KAPOLRI: POSISI POLISI ITU IBARAT SATU KAKI DI KUBURAN, SATU LAGI DI PENJARA
KAMIS, 20 APRIL 2017 , 11:52:00 WIB

KAPOLRI/NET
  

RMOL.  Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan insiden razia berdarah di Lubuklingau, Sumatera Selatan, memberi sebuah pelajaran berharga bagi kepolisian.

Belajar dari insiden itu, penting bagi anggota punya kemampuan membuat keputusan sebelum melakukan tindakan diskresi. Seorang polisi harus memiliki kemampuan penilaian subyektif yang tepat.

”Tindakan itu untuk menjaga keselamatan publik. Perlu untuk melakukan tindakan yang terukur dan tidak berlebihan,” tutur Kapolri seperti diberitakan JPNN, Kamis (20/4).

Menurut tito, posisi seorang anggota polisi itu ibarat satu kaki di kuburan dan satu kaki di penjara. Bila, kurang cepat bertindak dalam bertugas, bisa saja meninggal karena jadi korban pelaku kejahatan.

”Tapi, bila penilaian salah, ujung-ujungnya dihukum,” terangnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka yang perlu dievaluasi adalah penilaian dari personel dalam mengambil keputusan saat bertugas. Terutama saat memutuskan diskresi.

Pada tingkatan pendidikan dan lapangan perlu coaching clinic dengan simulasi-simulasi berbagai kondisi gangguan keamanan.

”Untuk mengasah pengambilan keputusan sehingga lebih tepat,” ujarnya.

Saat ini, yang penting adalah memulihkan situasi. Terutama dengan keluarga korban dan masyarakat. ”Saya sudah perintahkan Kapolda Sumsel untuk memulihkan semuanya,” ungkap Tito. [ida]


Baca juga:
WAKO SERAHKAN LANGSUNG SURAT PERJANJIAN SEWA KIOS
GARA-GARA JARANG BERJUMPA KEKASIHNYA, SYAFII DIBUI
INI DIA.. "ANIS-SANDY" VERSI WONG KITO
SOAL PENEMBAKAN DI LUBUKLINGGAU, INI PERNYATAAN TEGAS KAPOLRI
LONGSOR DI JALINSUM OKU


Komentar Pembaca






Berita Populer

Ustad Fikri Diduga Tipu Puluhan Jemaah Umroh
Bawa Dagangan dari Palembang ke Prabumulih, Boy Diringkus Polisi
Gara-gara Kue, Eka Diringkus Polisi di Prabumulih