RMOLSUMSEL

Home     


SEMPAT DITAHAN, JENAZAH INDAH AKHIRNYA BISA DIBAWA PULANG KELUARGA
SENIN, 17 APRIL 2017 , 21:29:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

  

RMOL. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang prihatin terhadap sikap dan pelayanan Rumah Sakit (RS) di Kota Palembang. Pasalnya, salah satu masyarakat harus tertahan akibat tidak mampu untuk membayar adminiatrasi.

Seperti yang terjadi pada almarhumah Indah Setio Binti Alm Eman Winata yang wafat di RK Charitas pada usia 21 Tahun sekitar pukul 11:00 Wib, Senin (17/4). Dimana keluarga dari mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Pemerintahan Anisa Dwi Salfaritzi (STIA & P ADS) tersebut, harus menelan duka mendalam akibat tidak dapat membawa jenazah Almh. Indah, akibat tidak dapat menyelesaikan administrasi.

Mendengar hal itu, Walikota Palembang Harnojoyo langsung memerintahkan jajarannya yang diwakili Camat Bukit Kecil untuk mengecek langsung permasalahan tersebut.

Akhirnya, dengan bantuan Pemkot Palembang, jasad mahasiswa semester VI STIA APDS, Jl Puncak Sekuning itu bisa dibawa pulang kerumah untuk segera dimakamkan.

"Alhamdulillah tadi jenazah sudah tiba dirumah keluarga, jasad disemayamkan di Mushala Al Iklas, kawasan Blok 25 Rusun, dimana ini semua atas perintah Walikota yang saat ini sedang berada di Jakarta," jelas Camat Bukit Kecil, Muflih saat ikut mengantar jenazah ke Musholah Al-Iklas, Kelurahan 23 Ilir Palembang, Senin (17/4/17).

Dijelaskan Dadang Aprianto salah satu kerabat keluarga Almh, Indah menderita penyakit Lupus atau Inflamasi akut yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang bagian organ tubuh yang dikenal sebagai penyakit autoimune, yang sangat berisiko dan banyak menyebabkan penderita meninggal dunia.

Dimana, pria yang terlibat langsung dalam pengurusan Jenazah Almarhumah menuturkan kepada pihak media ini sesuai informasi yang didapat dari paman Almarhumah Yus (43).

"Katanya pamannya, Almarhumah yang hidup hanya tinggal berdua dengan neneknya di Rusun, Blok 25, lantai 2 dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu, sehingga untuk pengurusan biaya Rumah Sakit tidak bisa melunasinya dan pihak rumah sakit dengan pihak Almarhumah sempat terjadi ketegangan karena tidak diizinkan membawa pulang jenazah sebelum membayar administrasi minimal setengah," jelasnya.

Sementara itu, Sepupu Almarhumah Pita menerangkan, jika selama ini pihak keluarga samasekali tidak tahu mengenai penyakit yang diderita oleh Indah. Lantaran itu pula keluarga langsung terkejut mendapati diagnosa dokter.

"Masuk langsung ke ICU. Sempat sadar sekali tapi idak ngomong. Cuma jingok kami bae, keluargonyo. Sampai akhirnyo meninggal," tuturnya seraya tak kuasa menahan tangis.

Hal yang sama juga diterangkan teman sekolah korban, Debi, dimana mengetahui korban sakit sejak satu minggu terakhir, dan sempat berkumpul saat merayakan ulang tahun korban 6 April lalu. Namun sedikitpun, Indah tak mengungkapkan masalahnya.

"Tadi memang sempat ditahan pihak RS, tapi alhamdulilah berkat sumbangan teman-teman almarhumah dan ada bantuan dari Pemkot Palembang, akhirnya dapat menyelesaikan adminiatrasi dengan pihak RS," ungkapnya.

Dari teman dekat korban yang lain terungkap, biaya perawatan yang dibebankan oleh rumah sakit untuk lima hari perawatan dan sekali operasi sekitar Rp39 juta. Pihak rumah sakit lantas memberi potongan 50 persen.  Hanya saja, saat korban meninggal sekitar pukul 11.45 WIB,

"Tadi ada camat yang mencukupi uang untuk menyelesaikan administrasi, hingga siang dana yang terkumpul baru Rp10 juta. Bertambah lagi Rp5 juta hingga sore, dari total Rp19 juta yang harus disiapkan. Tiba-tiba tadi camat datang dan menambah kekurangan duit Rp4 juta dan jenazah baru bisa dibawak pulang abis maghrib," bebernya. [yip]


Baca juga:
GAJI HONORER PEMKOT SUDAH MELEBIHI STANDAR UMR
PENDUKUNGNYA DESAK NYALON, PRIA INI MASIH MIKIR-MIKIR
MINIATUR AMPERA DARI KERTAS
BELAJAR DARI INTERNET, KHAIDIR BUAT MINIATUR AMPERA DARI KERTAS
CALON ESELON IV HARUS IKUT "ON CLASS" 30 HARI DULU


Komentar Pembaca






Berita Populer

Harnojoyo Dapat Penghargaan Mengejutkan
Palembang Sabet Peringkat Satu Pembina Sekolah Sehat Tingkat Nasional
Harnojoyo Terus Tambah Taman Untuk Bahagiakan Masyarakat Palembang