RMOLSUMSEL

Home     


WISATA RELIGI PALEMBANG-SUMSEL
SISKA MARLENI: HARUS GO INTERNASIONAL
SENIN, 17 APRIL 2017 , 09:19:00 WIB
LAPORAN: ERIK OKTA

ANGGOTA DPD RI SISKA MARLENI/RMOLSUMSEL/ERIK OKTA
  

RMOL. Kota Palembang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang ialah kota terbesar yang kedua di Sumatera setelah Medan.

Sejarah Palembang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu. Kerajaan Sriwijaya yang mempunyai dominasi Nusantara serta Semenanjung Malaya pada abad ke 9 juga membuat kota ini sangat dikenal dengan sebuah julukan “Bumi Sriwijaya”.

"Artinya sudah menjadi bukti bahwa Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki historis yang panjang dan mengundang decak kagum tidak hanya lokal, nasional bahkan internasional. Sudah banyak diantaranya datang dan meneliti lebih jauh," kata Anggota DPD RI, Siska Marleni kepada RMOLSumsel, Senin (17/4).  

Disisi lain banyak yang kini juga dilirik masyarakat internasional akan Palembang-Sumsel, keberhasilan pembangunan dan fasilitas pendukung lainnya dibawah kepemimpinan Walikota Palembang H Harnojoyo dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membawa daya tarik tersendiri.
 
Berbicara soal daya tarik Palembang-Sumsel ada beberapa objek wisata religi andalan yang kerap menimbulkan kekaguman bagi siapa saja yang mendatanginya.

Palembang tidak hanya mempunyai aneka ragam tradisi serta makanan tradisional saja, tetapi ternyata masih banyak lagi yang harus anda ketahui apabila sedang berada ke kota pempek ini yakni salah satunya mengunjungi beberapa objek wisata religi. Selain menambah pengetahuan, anda juga dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Seperti, wisata religi Masjid Cheng Ho Palembang dengan nama panjang Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya Palembang. Bangunan masjid ini memiliki arsitektur yang bernuansa Tionghoa dipadukan arsitektur Indonesia, Melayu, serta Muslim, itu dapat menjadi sebuah pertanda adanya akulturasi kebudayaan yang pernah terjadi di kota Palembang.

Masjid Agung Palembang menjadi satu di antara masjid tertua yang terdapat di Nusantara. Jika dilihat dari bentuknya, Masjid Agung Palembang mempunyai ciri khas mengkombinasikan tiga kebudayaan, yaitu Indonesia, Eropa, dan Tiongkok.

Ada juga Pulau Kemaro, sebuah delta kecil pada Sungai Musi, sekitar 6 km dari Jembatan Ampera. "Disini pengunjung dapat berekreasi di area Sungai Musi. Ada juga vihara cina atau klenteng Hok Tjing Rio didalamnya dan paling mengesankan kuil Buddha yang sering sekali dikunjungi oleh umat Buddha pada saat berdoa ataupun berziarah ke makam. Di sana juga sering diadakan acara Cap Go Meh pada setiap tahun baru imlek.

"Di Pulau Kemaro juga terdapat makam dari putri Palembang, Siti Fatimah. Pagoda berlantai 9 yang menjulang pada tengah-tengah pulau dan klenteng yang memang sudah ada sejak dulu," lanjut Siska Marleni menjelaskan.

Klenteng Hok Tjing Rio atau Klenteng Kuan Im disini terdapat makam Tan Bun An atau pangeran serta Siti Fatimah atau putri yang saling berdampingan. Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya pulau ini.

"Pohon Cinta yang dilambangkan sebagai ritus “Cinta Sejati” antara kedua bangsa serta kedua budaya yang berbeda pada zaman dulu yakni antara Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dengan Tan Bun An Pangeran dari Negeri Cina ada disana," sambungnya.

Tidak puas berrekreasi kesana mari mendatangi Museum Al-Quran Raksasa Palembang di jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01 Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, ataupun lebih tepatnya pada Pondok Pesantren Al-Ihsaniyah Gandus Palembang.

"Berdirinya bait pada Al-Quran Raksasa ini dimulai semenjak tahun 2002 sampai 2009, akan tetapi baru diresmikan secara umum ataupun dibuka pada 30 Januari 2012 oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden ke-6 Republik Indonesia," bebernya.

Al-Quran Raksasa tersebut merupakan yang terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk mushaf, Al-Quran Raksasa itu terdiri dari 30 juz tetapi yang terlihat baru setengahnya saja atau 15 juz, sementara untuk sisanya masih tersimpan dan belum terpasang.

"Dan yang baru saja kita jalankan dan saksikan prosesi Haul ke-116 Kii Muara Ogan yang begitu luar biasa dan mendatangkan ribuan pengunjung di Masjid Kiai Marogan, Kertapati," jelasnya.

"Nah, melihat potensi yang ada itu, tidak berlebihan kiranya, baik itu masyarakat, pemerintah, para wakil, rakyat, TNI, Polri, PNS, dan seluruh elemen yang ada bersama membangun image positif bagi wisata religi agar Go Internasional Wisata Religi Palembang-Sumsel tercapai sesuai keinginan kita bersama," pungkasnya.[rel/rik]


Baca juga:
MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK H MULARIS DJAHRI
SMI JAUH LEBIH BERMANFAAT JADI DUBES DI AMERIKA ATAU UNI EROPA
TRUCK TRAILER PATAH AS JALAN MACET 15 KM
HARNOJOYO AJAK MASYARAKAT TERUSKAN PERJUANGAN KIAI MAROGAN
KINERJA PEMERINTAHAN DIKLAIM TERBAIK SE SUMSEL


Komentar Pembaca






Berita Populer

Tampil Malam Hari, Peserta Karnaval Prabumulih Kecewa
Sedekah Bumi dan Wayang Kulit Harus Terus Dibudayakan
Dapat Hidayah, 2 Pemuda Ini Bersyahadat di Hadapan Wakil Bupati