Hasil Tes DNA

Manusia Purba Dengan Padang Bindu..

Budaya  SABTU, 15 APRIL 2017 , 17:10:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Manusia Purba Dengan Padang Bindu..

Foto/Net

RMOL. Tim peneliti Gua Harimau di Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil sampel darah warga setempat, beberapa tahun lalu.

Hal ini bertujuan untuk mencocokkan apakah ada kesamaan DNA manusia purba yang hidup ribuan tahun lalu dengan masyarakat setempat.

Sayangnya, hingga saat ini hasil test DNA tersebut belum diketahui hasilnya.

"Untuk hasil DNA itu sampai sekarang ini belum ada. Tim Biologi Molekuler Eijkman Jakarta sampai saat ini belum mendapatkan hasilnya," kata Prof Truman Simajuntak, saat dibincangi wartawan pada acara sosialisasi rumah Peradaban Gua Harimau di Gua Putri Baturaja, tempo hari.

Prof Truman menjelaskan, penelitian dilakukan di dua tempat. Pertama dilakukan di Eijkman dan satu lagi dari Jepang.

"Hasil tes DNA dari Eijkman belum ada. Sementara hasil penelitian DNA dari jepang sudah ada, namun karena sifatnya ini sementara jadi hasilnya belum bisa kita masyarakatkan. Kalau penelitian Eijkman masih dianalisa," jelas Prof Truman.

Ia membenarkan hampir dua tahun sempel DNA diambil, nah mengapa belum selesai karena untuk menganalisa ini memang butuh waktu lama.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya sudah ada," ucapnya.

Dari hasi analisa DNA itu bisa ditelusuri genetik yang hidup sekarang. Apakah penemuan yang ini, ada hubungan atau tidak dengan masyarakat sekitar.

"Jika seandainya hasil test DNA masyarakat setempat sama dengan penemuan di Gua Harimau, ini akan menjadi pewarnaan baru di dunia penelitian. Artinya ada hubungan kehidupan dulu yang ribuan tahun dengan yang sekarang. Selain itu banyak penelitian yang bisa dikembangkan. Maka itu hasil analisa yang benar-benar akurat masih kita tunggu," ujarnya.

Hasil penelitian terakhir kata Prof Truman ditemukan 81 kerangka di Gua Harimau yang pernah hidup 4000 tahun sampai 5500 tahun lalu.

"Selain itu kita juga menemukan peninggalan peralatan yang digunakan serta sisa kerangka hewan yang diperkirakan bekas makanan. Usianya diperkirakan 22 ribu tahun bahkan lebih," ungkapnya.[rik] 

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00