Produsen Rokok Jangan Coba-coba Terjunkan SPG-nya Ke OKU

Sosial  SABTU, 15 APRIL 2017 , 10:03:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Produsen Rokok Jangan Coba-coba Terjunkan SPG-nya Ke OKU
RMOL. Bagi produsen, agen atau distributor rokok, jangan coba-coba menerjunkan Sales Promotion Girl (SPG)-nya di tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Tujuh kawasan dimaksud yakni, fasilitas layanan kesehatan, tempat/ lembaga proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, fasilitas olahraga, dan tempat kerja.

Larangan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 7 tahun 2015, dalam pasal 5.

"Jadi, kalau SPG jualan rokok di lingkungan KTR, jelas itu melanggar," tegas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) OKU, Agus Salim, melalui Kabid Penegak Perundang-undangan Daerah, Kasman.

Peraturan tersebut juga berlaku bagi lembaga pendidikan yang meminta dukungan kegiatan dari perusahaan rokok.

Jika memasang spanduk rokok di kegiatan tersebut, dinilai melanggar Keputusan Bupati OKU No. 323/ XVII/ KPTS/ 2006 tentang kawasan pemasangan reklame.

"Sanksinya sangat tegas, Rp5 juta bagi setiap orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual rokok di kawasan KTR," katanya.

Saat ini, Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok itu masih terus disosialisasikan, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui aturan tersebut. Dan tindak lanjutnya masih menunggu kesepakatan dari Pembina Polres.

Selain KTR, di dalam Perda tersebut juga dimuat kawasan yang diperbolehkan untuk merokok. Diantaranya, hotel, restoran, terminal, pasar, minimarket, supermarket, Mall, stasiun, tempat wisata dan tempat umum lainnya.

"Tempat olahraga, seperti GOR, itu dibolehkan. Asal diluar gedung atau di udara terbuka, jauh dari tempat keluar masuk pengunjung serta jauh dari orang berlalu lalang," urainya. [yip]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00