Ada Peradaban Tinggi di Gua Harimau

Sosial  JUM'AT, 14 APRIL 2017 , 14:35:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Ada Peradaban Tinggi di Gua Harimau

RMOLSumsel

RMOL. Kebhinekaan yang ada di bumi Nusantara ini bukanlah barang baru. Percaya atau tidak, rajutan Kebhinekaan itu sudah ada sejak ribuan tahun silam. Hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan arkeolog yang meneliti keberadaan manusia purba di Gua Harimau Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

“Kalau kita kaitkan dengan temuan yang ada disini (Gua Harimau,red). Rajutan kebhinekaan sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu,” ujar I Made Griya M.Si, dari Tim Arkenas, pada acara sosialisasi rumah peradaban Gua Harimau bertempat di Gua Putri, Desa Padang Bindu, kemarin.

Kata I Made, jika kita lihat secara sepintas, memang gua-gua di daerah ini bisa disebut hanya semacam gua saja. Tapi jika menelisik lebih jauh lagi, disini adalah tempat peradaban masa lalu kita. Apalagi disini tumbuh budaya-budaya etnis, dan entitas-entitas yang khas.

“Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini diharapkan tidak hanya ditonton saja, tapi bisa dijadikan tuntunan. Karena dari sini, kita tidak hanya berbicara OKU saja, tapi disini kita berbicara Indonesia. Jadi, satu-satunya peran Sumsel, dalam hal ini tentunya OKU, bagaimana mengorbitkan ini menjadi penguatan kita untuk semakin mencintai peradaban kita,” katanya.  

Menurut Made, temuan-temuan macam ini, tentu tidak bisa dibikin kembali. Makanya tugas pihaknya (dari Arkenas,red), menurutnya berat. Terlebih untuk mencerdaskan masyarakat dari tinggalan-tinggalan peradaban yang telah diwarisi ini.

“Orang bisa bikin mobil. Tapi kalau ini rusak, ya rusak. Akar budaya kita tercabut. Nah, kalau akar saja tidak punya, bagaimana badan kita. Makanya tugas kami dari Arkenas, berat. Dalam hal ini untuk ikut mencerdaskan masyarakat dari tinggalan-tinggalan peradaban yang diwarisi,” jelasnya.

Berkaitan dengan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Gua Harimau, dijelaskan dia, bahwa ini merupakan program kegiatan dari Arkenas yang ditugaskan oleh kementerian. Dalam hal ini pihaknya mewakili pemerintah pusat untuk membumikan hasil-hasil riset ini ke masyarakat dan mengangkat hasil ini supaya bisa dimaknai oleh masyarakat.

Makanya, lanjut dia, dalam program rumah peradaban ini juga, ada yang namanya destinasi pendidikan. Salah satunya, dipersilahkan bagi pelajar atau mahasiswa melakukan kunjungan dan studi ke tempat ini.

“Kami silahkan anak-anak men-share. Bahkan bisa pake ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Apalagi aksesnya telah terbuka luas. Dan kami juga berharap dengan menguasai cerita yang ada di Gua Harimau ini, adik-adik ini nanti dapat jadi pemandu karena menguasai cerita yang ada di gua harimau ini. Ingat, tidak semua daerah memiliki ini,” tandasnya. [rhd]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00