RMOLSUMSEL

Home     


SOSIALISASI GT-TPPO
TINGKATKAN PEMAHAMAN DALAM PENANGGULANGAN KORBAN
RABU, 12 APRIL 2017 , 19:28:00 WIB

RMOLSUMSEL
  

RMOL.Maraknya kasus perdagangan orang (human trafficking) memang harus diberi perhatian khusus. Apalagi sebagian besar korban memiliki latar belakang pendidikan dan ekonomi yang kurang. Dari itu, Pemkab Muara Enim melakukan sosialisasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPO) di Gedung Kesenian Dayang Rindu, Rabu (12/4).

Untuk itu, warga Muara Enim diminta untuk waspada jika ada pihak pihak yang menawarkan untuk bekerja ke luar negeri. Pasalnya saat ini dua orang warga Muara Enim (ME) telah menjadi korban perdagangan orang dipekerjakan ke negara Malaysia.
 
”Di Kabupaten Muara Enim tindak pidana perdagangan orang terdapat dua kasus. Yaitu dua orang perempuan diperjakan ke Malaysia berangkat pada tahun 2015 lalu dari Surabaya dan satu orang lagi berangkat dari Jakarta,” ungkap Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPO) Muara Enim, H Nurul Aman SH, yang juga Wakil Bupati Muara Enim.
 
Penegasan itu diungkap Wabup, pada acara sosialisasi GT-PPTPO yang berlangsung di gedung Kesenian Putri Dayang Rindu. Acara yang diikuti 500 orang peserta itu, dibuka Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki selaku Ketua GT-PPTPO Sumsel.

Acara itu dihadiri juga Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar, Wakil Ketua DPRD, Dwi Windarti SH Mhum, serta para kepala dinas di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Menurut Wabup, dua wanita yang diberangkatkan ke malaysia itu merupakan warga Muara Enim. Saat ini keduanya telah berhasil diselamatkan dan dikembalikan oleh balai pelayanan perlindungan tenaga kerja Indonesia Provinsi Sumsel
Kepada keluarganya masing masing pada 17 Juni 2015 lalu.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki, menegaskan menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap perdagangan orang. Karena para pelaku telah melakukan berbagai modus untuk memperdaya korbannya.

Terutama kalangan masyarakat ekonomi lemah. Mereka melakukan modus dengan mengiming iming menawarkan pekerjaan maupun yang lainnya. Para pelaku memanfaatkan akses media sosial yang saat ini sudah sampai ke pedesaan.

Menurutnya, di Sumsel kasus perdagangan orang pada tahun 2015 lalu terdapat 7 kasus, tahun 2016 sebanyak 5 kasus dan tahun 2016 sebanyak 1 kasus. ”Masalah perdangan orang ini bisa terjadi disebabkan faktor pendidikan dan ekonomi. Inilah yang harus kita waspadai,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar mengatakan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkolaborasi dengan pelanggaran hak hak dasar manusia. Karena akibat yang ditimbulkan membuat korban akan kehilangan harkat dan  martabat manusia.

Menurutnya, korban akan kesulitan menata hidupnya kembali baik secara sosial maupun personal. Mengingat akan bahayanya TPPO tersebut, Pemkab Muara Enim melakukan sosialisasi GT-TPPO bertujuan  untuk meningkatkan pemahaman  dan wawasan dalam penanggulangan korban TPPO.

Serta,lanjutnya, salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Muara Enim. Karena korbannya selalu perempuan dan anak-anak.[sri/edwinsyah]


Baca juga:
HENDAK PULANG, DUA PELAJAR PALI SEKARAT DITABRAK TRUK BATUBARA
7 JCH MUARA ENIM PASTIKAN BATAL BERANGKAT
BIASANYA, NOVEL PULANG BERSAMA JEMAAH LAIN....
CARI PENDAMPING PARHAN, GOLKAR TURUNKAN TIMSUS
HANYA 30 MENARA TELEKOMUNIKASI YANG BERIZIN DI PRABUMULIH


Komentar Pembaca






Berita Populer