Pesawat Kelebihan Muatan, Penumpang Diturunkan Paksa hingga Cedera

Ragam  SELASA, 11 APRIL 2017 , 12:31:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Pesawat Kelebihan Muatan, Penumpang Diturunkan Paksa hingga Cedera
RMOL. Kemarin publik dunia dibuat terhenyak oleh tayangan sebuah video. Diperlihatkan seorang penumpang diseret paksa dari kursi tempat duduknya. Ia dipaksa meninggalkan pesawat, padahal dirinya penumpang resmi.

Video yang begitu diunggah tersebut langsung jadi viral itu menyajikan pemandangan yang tak pernah terbayangkan oleh publik. Tidak sekadar diseret, si penumpang mengalami cedera pula. Dan yang lebih tak masuk akal, alasan memaksanya turun adalah pesawat kelebihan penumpang.

Yang terasa lebih muskil lagi, peristiwa itu terjadi di Amerika Serikat. Perbuatan tak menyenangkan tersebut dilakukan olah maskapai penerbangan ternama milik Amerika Serikat, United Airlines. Ironis.
 

Diberitakan Kantor Berita BBC pagi ini, Selasa (11/4), United Airlines telah menyampaikan permintaan maaf setengah hati, sehubungan salah seorang penumpangnya mengalami luka ketika diseret dari kursinya.


Rekaman video yang diambil di dalam pesawat menunjukkan penumpang laki-laki itu diseret dari kursinya dan kemudian terus diseret di sepanjang lorong kabin ketika pesawat bersiap-siap lepas landas dari Chicago ke Louisville pada Minggu (9/04).

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh pimpinan United Airlines, Oscar Munoz.

"Ini merupakan kejadian yang menjengkelkan bagi kami semua di United. Saya meminta maaf karena harus mengakomodasi kembali para penumpang," tulisnya lewat Twitter.

Disebutkan oleh United Airlines bahwa jumlah penumpang dalam penerbangan tersebut melebihi kapasitas, dan ketika tak seorang pun secara suka rela meninggalkan kursinya, petugas memilih penumpang secara acak untuk dikeluarkan dari pesawat.

Penumpang itu menolak untuk dikeluarkan dari pesawat dan akhirnya dikeluarkan paksa oleh petugas keamanan. Oscar Munoz menuturkan pihaknya telah berusaha berkomunikasi dengan penumpang.

"Tim kami berusaha bekerja dengan cepat untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dan mengkaji kembali apa yang terjadi," kata dia.

Ditambahkan Munoz, "Kami juga berusaha berkomunikasi dengan penumpang ini untuk berbicara langsung dan menyelesaikan masalah." [ida]
 

Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 09:45:00

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

RABU, 10 JANUARI 2018 , 12:31:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00