Terlalu! Lelang Proyek Dikbud Muara Enim Diumumkan Jumat Dini Hari

Ekonomi  JUM'AT, 07 APRIL 2017 , 21:39:00 WIB

Terlalu! Lelang Proyek Dikbud Muara Enim Diumumkan Jumat Dini Hari

Para kontraktor menyampaikan pengaduan/RMOLSumsel-edwinsah

RMOL. Para kontraktor di Muara Enim mengadu ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Mereka meminta lelang proyek APBD Muara Enim tahun 2017 dilakukan secara terbuka dan bebas. Soalnya mereka menduka paket proyek yang telah dilelang  ada ”permainan”.

”Kami mendesak ULP agar lelang proyek tersebut dilakukan secara terbuka. Sehingga siapapun kontraktor yang ikut dalam lelang tersebut tidak bisa bermain,’ tegas Wakil Direktur CV Asondang Solihin, Direktur CV Agung Sanjaya Edwar Tarumanegara, dan Direktur CV Desman Adam Rani, Jumat (7/4).

Menurut mereka, lelang 16 paket proyek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim yang telah ditayangkan secara online lewat media elektronik. Mereka menilai, penayangan 16 paket proyek tersebut ada indikasi kejanggalan.

Kejanggalan yang mereka maksudkan yakni, pengumuman lelang pekat proyek tersebut  melalui Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) pada pukul 01.00 WIB dini hari Jumat (7/4).

”Inilah yang menjadi pertanyaan kita, kenapa ditayangkan pada dini hari dan memasuki akhir pekan pula, bukannya pada awal hari kerja,’ tegas mereka.

Mereka juga meminta, agar lelang proyek tersebut dilakukan secara murni. Artinya Kelompok Kerja (Pokja) perwakilan dari masing masing SKPD pengelola proyek, tidak berperan aktif dalam pelaksanaan tender tersebut.

”Karena paket proyek itu dilelang oleh ULP, hendaknya para Pokja dari masing masing SKPD yang menangani proyek tersebut tidak terlibat terlalu jauh,” tegasnya.

Sementara  Kabag ULP Pemkab Muara Enim Holika, yang berhasil dikonfirmasi mengaku belum tahu masalah itu.

"Saya lagi ada dinas di Jakarta, nanti saya cek paket proyek Dikbud yang telah diumumkan lelangnya tersebut,” jelasnya tadi.

Dia juga sepakat dengan keinginan kontraktor agar lelang proyek tersebut dilakukan secara terbuka.

”Memang lelang proyek tersebut dilakukan secara terbuka,” jelasnya.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Muara Enim Umam Fajri menilai ,  banyak sekali pekerjaan proyek atau paket yang terkesan dikerjakan asal asalan.

”Setiap kali saya turun langsung meninjau proyek proyek  pemda Muara Enim maupun saya menerima laporan dari masyarakat yang berhubungan dengan  jeleknya mutu pekerjaan para pemborong,” tegasnya.

Ada jalan yg blm sampai satu tahun, lanjutnya, sudah rusak, gedung sekolah yang ambruk, keramiknya pecah pecah dan lainnya. Hal ini, lanjutnya, sudah  sering disampaikannya  kepadd dinas terkait, namun masih saja terjadi.

”Saya mencium ada hal yg tidak beres delam pelaksanaan proyek yg ada di Muara Enim ini. Hal ini dimulai dengan  tidak  terbukanya lelang proyek. Kalaupun kelihatan terbuka tetapi ada kesan pemenangnya sudah diarahkan, tentu hal ini sudah bisa dipastikan ada sesuatu dibelakang itu,” tegasnya.

 Menurut dia, sudah bukan rahasia umum lagi para pemborong diwajibkan menyetor fee proyek yang persentasenya cukup fantastis. Tapi dia tidak menyebut siapa pelakunya. [edwinsah/ida]



Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 19:00:00

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 17:00:00

Jokowi Manfaatkan Golkar

Jokowi Manfaatkan Golkar

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00