RMOLSUMSEL

Home     


PERANGKAT EDUKASI FACEBOOK UNTUK MENANGKAL BERITA PALSU
JUM'AT, 07 APRIL 2017 , 10:20:00 WIB

NET
  

RMOL. Berita palsu bukanlah sebuah masalah yang baru. Setiap teknologi baru memerlukan solusi yang baru dan kreatif. Itu semua tergantung pada diri kita masing-masing, dalam industri teknologi, media, akademisi untuk memerangi berita palsu.

"Kami di Facebook berusaha membantu orang-orang untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang cukup saat menemukan berita palsu," kata Vice President of Product Management News Feed,  Adam Mosseri melalui siaran pers, Jumat (7/3), seperti diberitakan RMOL.Co.

Sebagai upaya keberlanjutan untuk membantu orang-orang untuk mengambil keputusan yang informatif, Facebook meluncurkan sebuah perangkat edukasi untuk membantu orang mengenali berita palsu.

"Kami membuat fitur ini terlihat di bagian atas News Feed selama beberapa hari di Facebook di 14 negara, termasuk Indonesia, Myanmar, Korea Selatan, Taiwan, dan Filipina," terangnya lebih lanjut.

Di Facebook, setidaknya ada tiga area yang menjadi fokus untuk memerangi penyebaran berita palsu.

Pertama, menghambat insentif ekonomi, karena kebanyakan berita palsu memiliki motivasi finansial;

Kedua, membuat produk-produk baru untuk menghentikan penyebaran berita palsu; dan ketiga membantu pengguna agar bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang cukup saat menemukan berita palsu.

"Ketika orang mengklik perangkat edukasi di bagian atas New Feed, mereka akan melihat informasi lebih lanjut di Pusat Bantuan Facebook, termasuk tips mengenai bagaimana mengenali berita palsu, seperti mengecek URL dari situs tersebut, menginvestigasi sumber berita dan mencari laporan lain mengenai topik tersebut," urainya.

Tips-tips ini dikembangkan berdasarkan konsultasi dengan First Draft, sebuah lembaga nonprofit yang berdedikasi untuk mengembangkan keterampilan dan standar dalam pelaporan dan berbagi informasi secara online dan didukung oleh mitra lokal yaitu Dewan Pers dan ICT Watch.

News Feed merupakan sebuah tempat untuk komunikasi yang otentik. Meningkatkan literasi berita merupakan prioritas global dan itu bagian Facebook untuk membantu orang-orang memahami bagaimana membuat keputusan mengenai sumber yang dipercaya.

"Berita palsu bertentangan dengan misi kami untuk menghubungkan orang-orang dengan cerita-cerita yang penting bagi mereka. Kami akan terus berusaha dalam hal ini dan masih banyak hal yang harus kami lakukan," tegasnya.[sri]


Baca juga:
LULUSAN SMP JADI HACKER GONDOL UANG RP4 MILYAR
INI BUAH PEPAYA ATAU MANGGA?
PEMERINTAH BAKAL "BLOKIR" MEDSOS PENYEBAR HOAX
AWAS! PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BISA AKIBATKAN ISOLASI SOSIAL
BANYUASIN MELAWAN HOAX


Komentar Pembaca






Berita Populer

Bravo Pramuka Indonesia!
Agendakan Musyawarah Besar, Forpa Libatkan Seluruh Pecinta Alam
Ishak Mekki Goyang-goyang di Linggau