RMOLSUMSEL

Home     


BINA KAMPUNG KB
UPAYA PEMERINTAH TINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT
RABU, 05 APRIL 2017 , 07:53:00 WIB
LAPORAN:

PEMBINAAN DI KAMPUNG KB TALANG UBI PALI/RMOLSUMSEL
  

RMOL.Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI melalui Bidang KB melakukan Pembinaan Kelompok Kegiatan Keluarga Berencana (PKKKB) di kampung KB Talang Pipa RT 4 RW 2 Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI secara rutin.

Dimana kampung KB di Talang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat ini dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sebagai dasar pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana menekan kewenangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk  tidak memfokuskan pada masalah pengendalian penduduk saja namun masalah pembangunan keluarga berencana juga.

Dalam rangka penguatan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2015-2019, diharapkan BKKBN untuk dapat menyusun suatu kegiatan yang dapat memperkuat upaya pencapaian target/sasaran.  Untuk  secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada masyarakat, dalam hal ini BKKBN membentuk Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB).

Kampung KB merupakan salah satu contoh dalam pelaksanaan program KKBPK dengan melibatkan seluruh bidang yang ada di lingkungan BKKBN dan bekerja sama dengan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah setempat, serta dilaksanakan di tingkat pemerintah terendah (Rw/Rt).

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana, pembanguan keluarga dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

Kampung KB dibentuk sebagai salah satu upaya penguatan program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB sehingga dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Pembentukan Kampung KB harus memenuhi kriteria utama yaitu  wilayah yang memiliki jumlah Pra KS dan KS-1 (miskin) diatas rata-rata tingkat desa/kelurahan dimana kampung tersebut berada, dan jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian tingkat desa/kelurahan dimana kampung tersebut berlokasi.

Setelah terpenuhi kriteria utama tersebut diatas, selanjutnya dapat memilih salah satu atau lebih kriteria berikut, kumuh, pesisir/nelayan, Daerah Aliran Sungai (DAS), Bantaran Kereta Api, kawasan miskin (daerah kota), terpencil, perbatasan, kawasan industri, kawasan wisata, dan daerah padat penduduk.

Oleh sebab itu, DPPKBPPPA Kabupaten PALI terus lakukan pembinaan di kampung KB yang telah dibentuk dan ditunjuk yang letaknya di wilayah Talang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat dimana kriterianya sesuai undang-undang,yakni letak wilayah Talang Pipa berada persis di Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Tujuan terbentuknya Kampung KB adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau setara melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembanguan keluarga serta pembangunan  sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas," ungkap Dra Yenni Nopriani kepala DPPKBPPPA PALI kepada RMOL Sumsel,Rabu (5/4).

Sementara tujuan khusus dibentuk kampung KB di beberkan Yenni adalah,meningkatkan peran pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta untuk menyelenggarakan program kependuddukan,meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan,meningkatkan peserta KB aktif modern.

Selain itu juga, kampung KB bisa meningkatkan Ketahanan keluarga melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) serta Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja,meningkatkan pemberdayaan keluarga (kelompok UPPKS), menurunkan angka KDRT, dan meningkatkan kualitas sekolah penduduk usia sekolah.

"Inti dari pembinaan kampung KB yaitu sebagai contoh untuk diterapkan di kampung-kampung lainnya,kampung KB bukan hanya dibentuk lalu dibiarkan begitu saja, namun dibina dengan kegiatan positif yang bisa mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ber-KB.Kegiatan yang rutin kita lakukan diantaranya, konsultasi masalah alat kontrasepsi, tentang tumbuh kembang anak, menyikapi ketika di dalam keluarga ada lansia dan usaha peningkatan pendapatan keluarga," bebernya.[sri]




Baca juga:
KE-18 KADES TERPILIH PALI DILANTIK PERTENGAHAN BULAN INI
DEWAN BERHARAP UNBK TETAP LANCAR SAMPAI USAI
PANTAU GELARAN PILKADES, INI KATA KAPOLRES
ANTRI DEMI PAK KADES
PIHAK SEKOLAH BERHARAP PLN JANGAN PADAMKAN LISTRIK


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer