Banyuasin Melawan Hoax

Erwin Ibrahim: Diancam Pidana Enam Tahun Denda Rp1 M

KABUPATEN BANYUASIN  KAMIS, 23 MARET 2017 , 12:42:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

Banyuasin Melawan Hoax

Banyuasin Melawan Hoax/Istimewa

RMOL. Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendeklarasikan perang melawan hoax. Terlebih fenomena hoax semakin menjangkiti masyarakat sehingga menyebabkan kesimpangsiuran informasi.

Hoax atau berita bohong dengan sengaja diciptakan dan disebarluaskan tujuannya untuk menyamarkan kebenaran. Sementara masyarakat khalayak umum membutuhkan informasi benar dan akurat baik data, fakta serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Pengaruhnya, dari informasi bohong yang tersebar secara berantai melalui berbagai media sosial dapat mengganggu keharmonisan dilingkungan masyarakat," kata Plt Bupati Banyuasin, Ir SA Supriono melalui Plt Kepala Dinas Komunikasi Informasi Banyuasin, Erwin Ibrahim ST MM MBA kepada RMOLSumsel, Kamis (23/3).

Dijelaskan Erwin, siapa saja dengan sengaja membuat atau pun menyebarluaskan berita Hoax maka diancam penjara 6 tahun dan denda 1 miliar.

"Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar," tegasnya.

Dia menjelaskan, pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan.

"Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar," imbuhnya.

Sekarang persoalannya kenapa masih saja ada berita hoax yang beredar dimasyarakat, seperti fenomena penculikan anak yang beberapa bagian organ tubuhnya diperjualbelikan.

"Jawabannya yakni, masih rendahnya tingkat literasi masyarakat. Solusinya budaya literasi juga harus didorong oleh sikap kritis dalam berfikir dan meningkatkan kemampuan memilah informasi yang masuk sebelum disebarluaskan ke publik," harapnya.

Memang fenomena hoax tidak muncul dengan sendirinya, pastinya ada si pembuat dan si penyebar. Sedikit banyaknya kondisi tersebut dipengaruhi budaya bangsa yang suka berbagi. “Tapi sayang kita kadang membagikan berita hoax tanpa tahu sebab dan akibatnya dikemudian hari. Maka dari itu mulai detik ini mari bersama kita berangus, stop berita hoax. Waspada berita dan informasi hoax dan isu sara, teliti dan cermati terlebih dahulu,” tegasnya.[rik]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00