RMOLSUMSEL

Home     


PUNGLI PEREKAMAN E-KTP
H SUBHAN: SEBAGAIMANA INSTRUKSI PRESIDEN BERANTAS
LAPORAN: DARFIAN MJ
KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 , 15:15:00 WIB

H SUBHAN/NET
  

RMOL. Tindak tanduk memalukan dari oknum pegawai yang sengaja melakukan pungutan liar (pungli) dalam perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) yang diderita sekitar 1.947 warga Desa Bumi Pratama Mandira (Wahyuni Mandira), Sungai Menang OKI yang mengklaim ditarik uang Rp25.000 petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) OKI ditanggapi serius DPRD OKI.

"Sebagaimana instruksi Presiden memberantas pungutan liar harus didukung penuh segenap masyarakat dan pemerintah. Artinya jangan sampai pelayanan itu dibeda-bedakan. Pemerintah sebagai pelayan masyarakat tentu harus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, tanpa harus membeda-bedakannya," ujar anggota DPRD OKI H Subhan kepada kepada RMOL Sumsel, Kamis (9/2).

Politisi Partai NasDem OKI ini menegaskan, dalam hal ini kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan dan masyarakat tidak memberikan sesuatu kepada petugas dilapangan dengan dalih mempercepat proses pengurusan.

"Bagi warga yang ingin menyampaikan laporan atas pungli dalam perekaman e-KTP, kami persilakan dan nanti kami akan segera tindaklanjuti dengan memanggil pihak terkait," ucapnya.

Diketahui, sekitar 1.947 warga Desa Bumi Pratama Mandira (Wahyuni Mandira), Sungai Menang OKI mengklaim ditarik uang Rp25.000 oleh petugas Disdukcapil, kecamatan dan desa.

Perekaman e-KTP ini sudah dilakukan sejak dua pekan terakhir. Sejumlah petugas perekaman e-KTP dari Disdukcapil langsung terjun ke lapangan dibantu pihak kecamatan dan desa.

Menurut penuturan warga setempat, petugas Disdukcapil OKI langsung jemput bola ke Desa Bumi Pratama Mandira melayani permintaan warga melakukan perekaman e-KTP.

Itupun setelah adanya kesepakatan bahwa tiap warga harus mengeluarkan uang Rp25.000 untuk melakukan perekaman. Jika warga tidak mau, tiap warga dipersilakan datang langsung ke Kantor Disdukcapil, Sepucuk Kayuagung. [rik]


Baca juga:


Komentar Pembaca






Berita Populer

Setnov Mangkir Lagi, Gimana Nih KPK..
Diduga Amankan Fee Proyek Diatas Rp 100 Juta
Usai Alexis, Anies Tutup Diamond Permanen!