Menkopolhukam: Jangan Ada Aksi Usik Masa Tenang Pilkada

Politik  JUM'AT, 03 FEBRUARI 2017 , 16:28:00 WIB

Menkopolhukam: Jangan Ada Aksi Usik Masa Tenang Pilkada

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto/NET

RMOL.Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi-aksi yang bisa menggangu masa tenang jelang pilkada.

Seperti diberitakan JPNN, Wiranto mengatakan, pada saat masa tenang, masyarakat diberi kesempatan untuk berpikir sebelum menentukan pilihan.

"Namanya minggu tenang sudah tidak ada kegiatan-kegiatan yang memicu sentimen publik, memengaruhi publik. Minggu tenang itu masyarakat pemilih diharapkan bisa melakukan kontemplasi untuk memilih yang terbaik," kata Wiranto di kompleks Istana Negara, Jumat (3/2).

Wiranto berharap pilkada serentak di 101 daerah pada 15 Februari nanti, bisa menghasilkan pemimpin yang memiliki kompetensi dan berkualitas.

Karena itu, mayarakat bisa memikirkan calon tepat untuk dipilih selama masa tenang.

Jika minggu tenang diwarnai kericuhan, dengan hal-hal negatif, lanjut mantan Panglima TNI ini, maka itu tidak sesuai dengan niat atau semangat minggu tenang.

Saat ditanya terkait rencana aksi ummat Islam pada 11, 12 dan 15 Februari 2017, Wiranto mengajak semua lapisan masyarakat mengartikan makna minggu tenang Pilkada.

Sehingga jangan ada pihak-pihak tertentu yang membuat minggu itu tidak tenang.

Yang dia maksud membuat suasana tidak tenang, seperti adanya demonstrasi yang ternyata tidak diizinkan oleh peraturan perundangan.

Karenanya, dia berharap agar masyarakat arif dan bijak saat masa tenang Pilkada.

"Tatkala KPU Bawaslu mengatakan, kriteria minggu tenang itu begini, begini, begini, ikuti saja. Kalau ada yang melanggar itu, kepolisian nanti yang menindak," tegas mantan Ketum Hanura ini.

Ketika diminta penegasan, apakah aksi-aksi yang dilakukan saat masa tenang tidak akan diizinkan, Wiranto meminta pernyataannya tidak ditafsirkan.

"Jangan diterjemahkan sendiri, dengarkan penjelasan saya. Jangan diterjemahkan, jangan ditambah-tambahi, ya!" pungkasnya.[sri]

Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00