RMOLSUMSEL

Home     


HARAPAN WARGA TEGAL BINANGUN UNTUK JADI WARGA PALEMBANG BELUM JELAS
JUM'AT, 20 JANUARI 2017 , 12:08:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

RMOL. Rencana perluasan wilayah Kota Palembang sebelum perhelatan Akbar Asian Games 2018 sepertinya sulit diwujudkan. Artinya, harapan masyarakat wilayah Tegal Binangun untuk kembali masuk sebagai warga Palembang, harua dipendam terlebih dahulu.

Pasalnya, ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, sedang konsen untuk menyelesaikan terlebih dahulu pemekaran kecamatan Jakabaring.

"Satu-satu dulu, karena proses perluasan wilayah ini tidak bisa dibarengkan dengan pemekaran kecamatan yang saat ini sedang masuk tahap proses di Kemendagri. Tidak bisa serempak," terangnya kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel.

Harobin menerangkan, rencana perluasan wilayah untuk kembali mengambil wilayah Tegal Binangun masuk kembali dalam wilayah teritori Kota Palembang, masih dalam proses yang cukup panjang.

Dimana, saat ini pihaknya masih melakukan kajian bersama pihak Universitas Srwijaya (Unsri) terkait proses perluasan wilayah tersebut.

"Sekarang ini prosesnya masih pada tahapan meminta rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang," terangnya.

Lebih lanjut disampaikannya, terkait proses perluasan wilayah yang dilakukan, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dimana, keinginan masyarakat Tegal Binangun untuk masuk kembali dalam wilayah Palembang, membutuhkan persetujuan dari pihak Kementrian.

"Paparan visibility studinya sudah. Begitu DPR setuju, makan akan diajukan ke menteri melalui gubernur. Jika sudah di Kementrian, kita akan lakukan lobi langsung," tuturnya.

Mantan asisten I bidang Pemeritahan yang juga pernah menjabat beberapa jabatan di Kabupaten Banyuasin tersebut berharap, masyarakat bisa menghargai PP 23 tahun 1988, tentang batas wilayah antara Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.

"Kita tidak dapat memaksakan. Karena Palembang ini kan ibu kota Provinsi, punya nya Sumatera Selatan. Tapi yang jelas saat ini kita sudah laksanakam proses, dimana sebagai pertimbangan dengan penduduk yang semakin lama semakin bertambah, dan pembangunan yang pesat, tentu orang akan ke palembang semua," tuturnya.

Harobin mengatakan, dengan kondisi Palembang saat ini, sudah selayaknya dilakukan perluasan wilayah. Dengan perkembangan saat ini, wilayah Palembang sudan semakin padat dan sempit.

Apalagi akunya, jika sampai saat ini pihak banyuasin sudah memberikan sinyal, dimana pertmbangannya bukan soal kota ataupun kabupaten, tetapi ini adalah milik Provinsi.

"Jumlah penduduk kita sudah cukup padat, wilayah kita semakin sempit. Sebagai ibu kota Provinsi, wajar jika ada pemikiran untuk memperluas wilayahnya, tentu ini perlu ada dukungan ke pusat," harapnya.

Sementara itu, Andrian salah satu warga Tegal Binangun menilai, tidak ada keseriusan yang dilakukan Pemkot Palembang untuk mewujudkan permintaan warga, yang menggelar demonstrasi untuk kembali meminta agar wilayah Tegal Binangun tetap masuk dalam wilayah Kota Palembang.

Apalagi sekarang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin sedang melakukan pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Kantor Lurah.

"Kemarin katanya akan di proses, tapi sampai sekarang saja, rekomendasi dari DPR belum didapati. Tandanya kan tidak serius," ungkapnya.

Andri menerangkan, seperti ada 'kongkalikong' antara salah satu pejabat di lingkungan Pemkot Palembang, untuk menyerahkan wilayah Tegal Binangun masuk ke wilayah Kabupaten Banyuasin.

Itu terlihat dari tidak ada upaya yang dilakukan, untuk mempertahankan wilayah Tegal Binangun yang notabene masuk dalam wilayah Palembang, berdasarkan peta dan titik koordinat tertuang dalam kesepakatan dulu antara Pemkot Palembang dan Kabupaten Musi Banyusin.

Dalam PP 23 tahun 1988 tidak dapat menjadi dasar Banyuasin. Apalagi, masyarakat secara sosial ekonomi, lebih memilih Palembang dan mengakui jika mereka telah lama menjadi warga Palembang.

"Itulah kenapa kami bilang tidak ada upaya pemkot mempertahankan, tidak seperti dulu. Jangan-jangan ada mantan pegawai Pemkab Banyuasin yang diketahui sekarang bekerja di Pemkot Palembang, yang sengaja memberikannya, kita tidak tau itu," tandasnya. [yip]


Baca juga:
BERSIAPLAH! PEMBANGUNAN SIRKUIT MOTOGP SUMSEL SEGERA DILAKSANAKAN
BBM NAIK, TPID SUMSEL ACTION
TANPA SIDAK, PLT SEKDA YAKIN PNS SUMSEL DISIPLIN
SEKDA BERSAMA KAPOLDA SUMSEL KELILING KOTA PALEMBANG
SATPAM UNJUK KEMAMPUAN


Komentar Pembaca






Berita Populer

Bupati Muak dengan Pejabat yang "Minta Alem"
Ditinggal Guru Sejenak, Siswa Ini Buat Video Remas Payudara
Akibat Bikin Video Remas Payudara, Siswi Ini Dirundung Stres