RMOLSUMSEL

Home     


BEGINI LEGISLATOR OKU SIKAPI BERITA HOAX
KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 15:26:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

  

RMOL. Berita hoax (bohong atau palsu), menjadi isu hangat akhir-akhir ini. Sejumlah pihak utamanya aparat kepolisian mulai memantau berita-berita yang tergolong Hoax di berbagai medsos dan media online. Pelaku dan penyebarnya bisa terancam UU ITE.

Menurut Anggota Komisi I DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Yudi Purna Nugraha, kehadiran berita hoax merupakan buah dari konsekuensi kecanggihan teknologi.

Sehingga pembuatan serta penyebaran informasi benar maupun bohong kini mudah dilakukan. Dimana dulu hanya konsumsi pribadi sekarang jadi konsumsi umum Gegara Medsos.


Hal ini seiring pula dengan alam demokrasi di Indonesia, Dimana saat ini kebebasan menyampaikan pemikiran, pendapat dan segala macam menjadi bebas. Dan UU ITE, kata Yudi, menjadi penjaga dan penyaringnya.

"Jadi menyikapinya kembali ke diri masing - masing untuk menilai kabar/ berita itu benar atau tidak. Sepanjang kita yakini benar dak jadi masalah," katanya dibincangi RmolSumsel, Kamis (12/1).

Dan lanjut Yudi, tidak usah pula mempermasalahkan UU ITE yang mengatur itu. Jangan pula dikaitkan    untuk menekan kebebasan berpendapat. Seperti banyak ada yang menyebut kembali ke jaman orba-lah, dan segala macam.

"UU tersebut diadakan oleh Pemerintah untuk menekan adanya aktivitas di Medsos soal berita bohong, ujaran kebencian dll. Nah, di alam demokrasi, hal demikian adalah lumrah/ biasa," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, maraknya berita palsu atau Hoax kata dia, hanya dapat diredam dengan kewaspadaan dari masyarakat atau pembaca berita itu sendiri.

Karena disadari atau tidak, banyak hal kecil namun terlalu dibesar-besarkan, padahal belum tentu mengandung nilai-nilai kebenaran, namun terlanjur disebarluaskan. Seperti terbitnya uang baru yang katanya ada gambar Palu arit, dll.

"Memang alam demokrasi kita belum dewasa. Di Amerika pun, bendera dijadikan bantal, pakaian bahkan celana. Kalau di kita mungkin sudah diprotes. Itu tadi alamnya berbeda," katanya.

Kembali dalam rangka menyikapi hoax ataupun ujaran kebencian dan segala macamnya, tambah Yudi, kembali lagi pada diri masing-masing menilainya.

"Hal yang lumrah nanti masyarakat dewasa dengan sendirinya. Tak perlu saling salah," katanya.

Ia pun mencontohkan kedewasaan sikap Gus Mus, yang pernah dihina lewat Medsos.

"Memaafkan jadi sikap pertama yang ia lakukan. Jadi masalah kecil tidak dibesar-besarkan. Sekali lagi persoalan macam ini biasa. Itu bunga - bunga demokrasi," tandasnya. [yip]


Baca juga:
KELOMPOK BEM USUNG LIMA ASPIRASI, TUNTUT JOKOWI TERIMA LANGSUNG
CABAI MAHAL, DINAS PERDAGANGAN SUMSEL LAKUKAN OPERASI PASAR
PU AKAN TAMBAH MESIN POMPA UNTUK ATASI BANJIR DI PALEMBANG
DANLANUD PASTIKAN 2 LAHAN MILIK TNI AU
DARI RIBUAN PNS PEMKOT, TAK SAMPAI 10 PERSEN BAYAR ZAKAT


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Nasib Bidan PTT di OKU Akhirnya...
PNS Ciuman Massal, Kemen-PANRB Hanya Mampu Menggerutu
Keberadaan Makam Bersejarah di Palembang Memprihatinkan