RMOLSUMSEL

Home     


KELOMPOK BEM USUNG LIMA ASPIRASI, TUNTUT JOKOWI TERIMA LANGSUNG
KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 15:15:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Sekitar 750 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia menggelar demonstrasi di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis siang (12/1).

Massa yang berasal dari 25 kampus di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Banten dan Bekasi itu menamai aksi mereka dengan "Unjuk Rasa 121".

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Jadobetabek, Ihsan Munawar, menyatakan ia dan rekan-rekannya berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersedia langsung menemui massa demonstran.

"Karena kami yakin kalau Presiden kita, Presiden Jokowi, juga tahu bahwa dia berasal dari rakyat," ujar Ihsan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).

Mereka ingin menyampaikan lima tuntutan. Pertama, menolak PP 60/2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Polri.

Dua, menuntut Presiden Jokowi-JK untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat. Tiga, mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang cuci tangan atas kebijakan yang dibuat.

Kemudian, menuntut pemerintah untuk transparan dan lebih dulu gencar melakukan sosialisasi ketika tiap menentukan suatu kebijakan.

Dan terakhir, menolak kenaikan tarif listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900 VA.

"Seharusnya mereka sadar, karena hari ini kami turun di seluruh Indonesia untuk menyampaikan aspirasi rakyat," lanjut Ihsan.

Untuk menemui Jokowi, Ihsan mengaku pihaknya sudah pernah melayangkan surat resmi kepada Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

"Kami sudah menyampaikan surat melalui Pak Pratikno," tuturnya.

Ihsan menekankan bahwa jika tuntutan untuk menemui Jokowi tak terpenuhi hari ini maka mereka akan melakukan aksi lebih besar di kemudian hari.

Selain di Jakarta, kelompok mahasiswa juga melakukan demonstrasi serupa di belasan kota lainnya. Setidaknya, ada 19 titik unjuk rasa di seluruh Indonesia.

"Lihat saja di aksi selanjutnya akan lebih ganas dan dahsyat daripada hari ini," tegasnya. [ald]


Baca juga:
CABAI MAHAL, DINAS PERDAGANGAN SUMSEL LAKUKAN OPERASI PASAR
PU AKAN TAMBAH MESIN POMPA UNTUK ATASI BANJIR DI PALEMBANG
DANLANUD PASTIKAN 2 LAHAN MILIK TNI AU
DARI RIBUAN PNS PEMKOT, TAK SAMPAI 10 PERSEN BAYAR ZAKAT
MAHASISWA SUMSEL DESAK PEMERINTAH CABUT PP 60/2016


Komentar Pembaca






Berita Populer

Hendri: DPD Akan Perjuangkan Keinginan Masyarakat Lahat
Full Day School, Siswa jadi Korban Beban Jam Kerja Guru?
Putusan PK Perkuat Posisi PPP Djan Faridz