Harga Gas LPG 3 Kg Tak Naik Untuk Rumah Tangga Miskin

Politik  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 09:45:00 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg  Tak Naik Untuk Rumah Tangga Miskin

net

RMOL. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluruskan desas-desus yang menyebutkan pemerintah akan menaikkan harga elpiji 3 kilo­gram (kg). Yang benar, pemerintah berencana menerapkan pemberian subsidi langsung.

"Tidak ada rencana menaik­kan harga elpiji 3 kg. Masyarakat masih akan dapat subsidi. Namun subsidi rencananya akan diberi­kan langsung," ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pemberian subsidi langsung dilakukan agar penyaluran komoditas tersebut tepat sasaran. Yakni, untuk ru­mah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Menurutnya, nanti setiap rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro akan dibekali kartu khusus untuk membeli elpiji 3 kg.

"Nanti jumlah pembelian akan dibatasi. Misalnya, untuk rumah tangga akan mendapat jatah 3 tabung per bulan dan pelaku usaha mikro 9 tabung," ungkapnya.

Wirat berharap skema terse­but bisa segera direalisasikan. Karena, selama ini banyak go­longan mampu menggunakan elpiji 3 kg. Namun demikian, ditegaskannya, sampai saat ini rencana subsidi tertutup tersebut masih dalam kajian.

Lebih detail, Wirat menerang­kan rencana penggunaan kartu khusus untuk membeli gas elpiji 3 kg. Dipaparkannya, nanti, kartu akan dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos). Kartu juga akan memiliki fungsi lainnya terkait program pemerintah.

Dengan kartu itu, rakyat mis­kin bisa membeli gas elpiji 3 kg dengan harga subsidi. Semen­tara, yang tidak memilikinya, harus membelinya dengan harga keekonomian.

Seperti diketahui, subsidi elpiji 3 kg pada tahun ini dianggarkan senilai Rp 28,68 triliun untuk 54,9 juta rumah tangga dan 2,3 juta usaha mikro.

Dengan besaran anggaran tersebut banyak kalangan ekonomi yang berspekulasi pemerintah akan menaikkan harga gas elpiji 3 kg pada tahun ini.

Selain kenaikan gas elpiji, sebelumnya juga beredar kabar pemerintah akan menaikkan tarif listrik. Namun kabar terse­but juga dibantah. Yang benar, pemerintah mencabut subsidi pelanggan 900 Volt Ampere.

Direktur Pembinaan Hilir Migas Kementerian ESDM, Setyorini Tri Hutami memasti­kan rencana pemberian subsidi langsung sejauh ini masih terus dikaji.

"Aturan mainnya belum sele­sai. Semua masih dalam tahap kajian," pungkasnya.[sri]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00