Camat: Penganiayaan Terhadap Suparman Bukan Saat Rapat, Tapi Setelah Bubar

Kriminal  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 07:52:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Camat: Penganiayaan Terhadap Suparman Bukan Saat Rapat, Tapi Setelah Bubar

NET

RMOL. Suparman (47) alias Man, warga desa Kedondong Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang menjabat kepala urusan pembangunan desa (Kaur Pemdes) desa setempat, dikeroyok oleh tiga saudara warga desa itu juga.

Ironisnya, perlakuan brutal tersebut diterimanya saat dirinya sedang mengikuti rapat di kantor desanya, kemarin (9/1), yang saat itu dihadiri pihak kecamatan dan aparat Polsek Peninjauan. Itu berdasarkan keterangan dia.

Namun Camat Peninjauan, Fery Iswan, membantahnya. Menurut Fery saat dibincangi di kantor Pemkab saat mengikuti pelepasan KKN mahasiswa Unbara, Rabu (11/1), Keterangan itu sepihak dari korban saja.

Dan sesungguhnya, kejadian penganiayaan perangkat desa oleh tiga orang yang diduga keluarga mantan kades terpilih yang baru saja meninggal dunia itu terjadi saat selesai rapat.

Dimana saat itu seluruh peserta rapat mulai meninggalkan ruang rapat. Korban menurutnya lagi, bukan pula dikeroyok. Hanya satu orang yang menganiaya, dua lainnya memegang tangan.

"Penganiayaan itu terjadi bukan saat sedang berjalannya rapat. Ketika rapat sudah selesai, peserta sudah mulai meninggalkan gedung, baru terjadilah konflik. Lokasinya agak jauh. Saya ada disana. Bersama aparat kami juga sempat melerai kejadian tersebut. kemudian kita melakukan perundingan perdamaian," terang Fery.

Disinggung mengenai kabar yang katanya mencekam sehingga banyaknya aparat termasuk Brimob ada disana, menurut Fery, tidak demikian. Situasinya aman.

"Memang ada seorang anggota Brimob, tapi sedang libur. Malah Kapolsek memperingatkan Brimob itu supaya tidak ikut ikutan karena memang sedang libur," beber Fery.

Kasus penganiayaan ini sudah akan selesai melalui musyawarah, korban dan terlapor sepakat untuk berdamai. Dimana seharusnya kemarin malam ada proses tepung tawar, tapi kata Fery, entah mengapa saat prosesi korban tidak ada di rumah. Sehingga pada akhirnya kasus penganiayaan ini sudah masuk di Polres OKU. [sri]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00