RMOLSUMSEL

Home     


TKA ILEGAL ASAL CHINA (1)
DI BOGOR MEREKA MENAMBANG EMAS DAN BANGUN CHINA KECIL
RABU, 11 JANUARI 2017 , 23:19:00 WIB

  

 RMOL. Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, menyisir keberadaan tenaga kerja asing (TKA) asal China di kawasan tambang Emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Di wilayah perbukitan itu, puluhan bahkan diduga ratusan TKA membangun Desa China Kecil di sana.

Diberitakan JPNN.Com, hari ini Rabu (11/1), pukul 08.00 WIB, 20 anggota tim yang dipimpin langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor Herman Lukman, bergerak ke perbukitan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Menggunakan 10 kendaraan 4x4 dan minibus, tim didampingi beberapa petugas polisi bersenjata. Misinya, menggerebek perkampungan TKA asal China di perbukitan Cigudeg, wilayah barat Kabupaten Bogor.

Sekitar pukul 11.00 WIB, tim tiba di kaki bukit, beberapa kilometer dari lokasi sasaran. Udara cukup sejuk, sedikit tertutup kabut.

Sebelum melanjutkan perjalanan, ketua rombongan menggelar briefing dan membagi petugas ke dalam dua tim. Mereka akan bergerak terpisah ke dua lokasi berbeda.

Selang 15 menit kemudian, tim pertama melanjutkan perjalanan melalui Kampung Cipangaur, Desa Centamanik.  Medannya cukup berat, jalanan berliku dan tikungan curam. Minibus yang ditumpangi tim beberapa kali nyaris terperosok ke jurang. Hingga terpaksa menyusuri tepian hutan.

Perjalanan masih jauh, namun medan tak memungkinkan lagi dilewati kendaraan. Meminta bantuan warga sekitar, sekitar tujuh anggota tim kemudian meminta bantuan warga sekitar meminjam sepeda motor.

Tapi lagi-lagi, sepeda motor pun tak mampu menembus jalanan berlumpur. Tim memutuskan untuk berjalan kaki menuju lokasi. Samar terdengar dari radio panggil salah satu petugas, tim kedua juga sudah tiba di lokasi sasaran.

Kepala Kantor Imigrasi Herman Lukman turut di tim pertama, didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan pada Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Arief Haizirin Satoto. Herman sejenak mengatur strategi.

Setelah tiga jam menembus semak belukar, tampak di kejauhan atap sejumlah bilik menyerupai asrama. Semakin mendekat, terlihat jelas kertas tempel berwarna merah bertuliskan bahasa Mandarin. Bangkai traktor pengangkut batu tergelak tak keruan.

Satu komando dari sang ketua, petugas menyebar dan menyisir satu- per satu bilik yang ada. Seorang perempuan yang mencoba bersembunyi di kubangan air raksasa (bekas tambang) menarik perhatian mata. Ada beberapa yang lain lari bersembunyi di balik semak belukar.

“Ada sembilan orang kabur. Kita berhasil tangkap,” kata Herman terengah. Belum tuntas menyambung napas, dua TKA kembali berulah. Buru-buru petugas bersenjata memborgol salah satu di antaranya.

Sedangkan yang satu lagi berusaha menyuap petugas dengan segepok uang lembaran bergambar Soekarno-Hatta. Ulahnya itu kembali membuat petugas naik pitam hingga hampir adu jotos. [bersambung]


Baca juga:
JANGKAUAN PDAM TIRTA LEMATANG LAHAT MASIH RENDAH
WAKETUM DEMOKRAT TIDAK TAHU SOAL UNDANGAN HUT PDIP
SENILAI RP14 MILIAR KINI PENUH SEMAK BELUKAR
TERIMA BANTUAN TRUK SAMPAH DARI KEMENTERIAN PUPR
KURANGI KETERGANTUNGAN IMPOR BERAS


Komentar Pembaca






Berita Populer

AHY dan Istri Kunjungi PAUD Teratai Merah
Diantar Bupati, Dokumen Nasdem Dihitung Sejam, Langsung Pecah Telur
PKB Usulkan 6 Tokoh Hebat Ini Jadi Cagub Sumsel