Kapolda Sumatera Selatan Akan Pindahkan Kantornya ke Muba

Politik  RABU, 11 JANUARI 2017 , 22:27:00 WIB | LAPORAN: HAFIZ AL - FANGKY

Kapolda Sumatera Selatan Akan Pindahkan Kantornya ke Muba

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Muba/RMOLSumsel-fiz

RMOL. Pada hari Pemungutan Suara Pilkada Serentak  15 Februari 2017,  Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi akan berkantor di Kabupaten  Musi Banyuasin (Muba).

Kapolda akan memantau langsung pelaksanaan pilkada serentak mulai dari pencoblosan surat suara hingga penghitungan suara.

"Ya nanti pada hari pencoblosan surat suara,  saya akan langsung meninjau dan berkantor di sini," ungkap jenderal bintang dua ini kepada awak media usai menggelar Apel Kesiapan Pengamanan Pilkada Muba di halaman Rumah Dinas Bupati Muba,  Rabu (11/1).

Untuk memastikan Pemungutan Suara hingga Penghitungan Suara Pilkada Muba berlangsung aman dan tertib, pihak Kepolisian akan menempatkan persone di setiap TPS.

"Untuk pola pengamanan, kita akan menempatkan beberapa personel di setiap TPS. Untuk Daerah yang dirasa situasinya kondusif bisa saja 1 polisi empat TPS, nanti yang tidak bisa bisa 1 polisi 2 tps ataupun bisa 1 TPS 1 polisi," kata Kapolda.

Disinggung potensi daerah yang rawan pada pelaksanaan pilkada tersebut, Kapolda menegaskan bahwa dari laporan Kapolres Muba, ada beberapa daerah yang rawan namun itu sudah diantisipasi.

"Dari hasil pemetaan ada memang yang rawan. Namun hampir semuanya rata-rata aman, rawan juga ada yang daerahnya yang rawan tindak kriminalitas, ada juga yang rawan karena karakteristik daerahnya," papar Kapolda.

Polda sendiri, dikatakan mantan Kakorlantas Mabes Polri ini,  akan bersifat fleksibel, dengan menyiapkan personel tambahan pada hari pelaksanaan nanti.

"Di sini juga sudah ada pasukan dari Brimob yang melekat 1 Pleton, nanti akan ditambah personel juga dari Polda"tegasnya.

Dari itu, dikatakan Agung,  pihaknya telah mendekatkan diri kepada masyrakat untuk memberikan pemahaman bahwa pilkada itu sudah dilegalkan sudah diundangkan.

"Masyarakat pasti terbelah kalau di sini kan dua pasangan calon, yang tidak boleh itu mempengarui orang, saling mengintimidasi apalagi saling bermusuhan harapannya selesai yang terpilih terkait jika ada temuan money politic,  kita akan tindak. Baik tindak pidana dalam pilkada ataupun tindak pidana murni." tegasnya. [ida]

Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 09:45:00

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

RABU, 10 JANUARI 2018 , 12:31:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00