RMOLSUMSEL

Home     


ADUH! KASIHAN, PARA JURU PARKIR KELUHKAN SETORAN KE OKNUM DISHUB
RABU, 11 JANUARI 2017 , 20:40:00 WIB
LAPORAN: SUHARDI

AKUN FACEBOOK NOPRAN MARJANI/RMOLSUMSEL-AAR
  

RMOL. Seorang unsur Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nopran Marjani mengupload video rekaman keluhan para juru parkir (Jukir), yang bertugas di Jalan Jenderal Sudirman Palembang.

Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik yang diunggah di akun Facebook Nopran Marjani itu, beberapa jukir mengaku keberatan dengan besarnya uang setoran kepada oknum di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang.

Linda, jukir yang bertugas di Jalan Sudirman Kawasan Cinde Palembang,  mengatakan setiap hari harus menyetor sebesar Rp 45 ribu kepada oknum Dishub.

“Sehari kami nyetor Rp 45 Ribu,” kata Linda mengeluh kepada Nopran.

Sejak setahun terkahir bertepatan dengan pembangunan LRT, Linda mengaku tidak diberikan kwitansi bukti setoran oleh si oknum Dishub yang biasa menghampirinya.

Dia juga mengeluh karena setoran terlalu mahal, sementara daya kemampuan mereka hanya Rp25 ribu per hari.

“Kalau tidak setor sejumlah yang dia minta, dicabut lapak kami, diganti orang lain,” cetusnya.

Hal senada diungkapkan Sia. Bedanya, Sia justru ditarik lebih besar yakni Rp50 ribu per hari. Kondisi jalan yang menyempit akibat pembanguan LRT membuat mereka berat untuk mengumpulkan banyak uang,  sebab tidak banyak kendaraan yang bisa parkir. Belum lagi yang parkir ini lama, bisa 2 jam. Akibatnya kami tidak bisa menghasilkan banyak uang.

“Kalau bisa kurangi lagilah setorannya,” katanya.

Sementara itu, Nopran berjanji akan menyampaikan permasalahan ini kepada Walikota Palembang. Apa yang diutarakan para jukir tersebut sebagai bentuk keluhan rakyat kecil.

“Jika apa yang dilakukan ini disebut Pungli, maka tolong dibubarkan. Tapi kalau resmi untuk meningkatkan PAD Kota Palembang, maka dibuat aturan mainnya yang jelas dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Nopran di akun Facebooknya.

Menurut Nopran, jika per jukir bayar Rp 45.000-  Rp 50.000 per hari maka sebulan kurang lebih Rp1.500.000. Nah, kalau mobil parkir di jalan se-Palembang 1.000 mobil bagi 8 mobil sama dengan 125 titik.

“Kalau sebulan setiap titik nyetor Rp.1.500.000 dikali 125 titik maka akan didapatkan Rp. 1.875 miliar per bulan, kalau dikalikan 12 bulan akan didapatkan Rp 22,5 miliar. Angka yang sangat fantastis. Yang jadi pertanyaan itu,  berapa nian hasil setoran tukang parkir se-Kota Palembang masuk ke kas Kota Palembang atau masuk ke PAD Kota Palembang,” tanyanya.

Kadishub Kota Palembang Kurniawan saat dikonfirmasi membenarkan, saat mengambil setoran pihaknya tidak menggunakan kwitansi atau karcis. Sebab, hasil evaluasi jika diterapkan rentan terjadi permainan dari jukir ke Dishub.

“Mengenai tarif, telah ditetapkan berapa per bulan  untuk titik-titik parkir sepanjang Jl Jenderal Sudirman,” ungkapnya.

Setoran tersebut, katanya, disetor sebagai retribusi untuk PAD Kota Palembang.

“Agar tidak terjadi kebocoran retribusi, kami ke depan akan menggandeng pihak ketiga mengurusi soal parkir ini. Sementara Dishub hanya sebagai pengawas saja dan retribusi lebih optimal,”  tandasnya. [ida]


Baca juga:
KANTONGI KETERANGAN SAKSI, MAJELIS HAKIM SEGERA AMBIL PUTUSAN
BIKIN RESAH, KAKAN KEMENAG: JANGANLAH!
PILKADA MUBA MINIM PELANGGARAN
DIREKTUR PDAM LAHAT TERGANJAL PERMENDAGRI
KKN UNBARA NANTINYA DIKAWAL TNI DAN POLRI


Komentar Pembaca






Berita Populer