RMOLSUMSEL

Home     


GOOGLING MATERI CERAMAH TERUPDATE
BIKIN RESAH, KAKAN KEMENAG: JANGANLAH!
RABU, 11 JANUARI 2017 , 15:55:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

KAKAN KEMENAG OKU H ISHAK PUTIH SAAT MEMBERIKAN PENGARAHAN PADA PENYULUH/ RMOLSUMSEL
  

RMOL. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) H Ishak Putih, mengingatkan kepada pendakwah untuk tidak menyampaikan materi ceramah yang bisa bikin resah. Apalagi yang memecah belah.

Pesan ini terkhusus ia sampaikan pada Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS di lingkungan Kemenag OKU, saat penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus pembinaan terhadap penyuluh non PNS Kemenag, kemarin (10/1).

“Googling (pakai mesin pencarian Google) untuk cari materi terupdate, tapi ketika disampaikan masyarakat tidak terima, yang ada malah bikin resah, janganlah. Kalau pun (penyuluh) mau ceramah, sampaikan saja materi yang bisa diterima masyarakat,” ingat Ishak.

 

Tampaknya hal itu sengaja ia sampaikan seiring dengan kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang sensitif. “Saya mohon, jangan bikin resah walaupun sesama Islam. Dan metode penyampaian (dakwah) pun harus hati hati,” imbuhnya mengingatkan.


Lebih lanjut dikatakan, bahwa dalam tugasnya para peyuluh sendiri sebetulnya tidak ditekankan untuk berceramah. Namun, kalau memang punya kemampuan untuk itu, tidak juga disalahkan.


“Jangan sampai berspekulasi menyampaikan materi (ceramah) yang menurutnya aktual, tapi bikin resah. Ceramah juga kalau bisa yang dapat meningkatkan motivasi ibadah, itu bagus. Dan jangan menakut-nakuti. Sekali lagi saya ingatkan, carilah materi ceramah yang tidak “memukul diri sendiri,” tegasnya.


Lebih lanjut dikatakan, bahwa keberadaan penyuluh agama yang saat ini sampai ke tingkat kecamatan bahkan desa, diharapkan dapat memberikan pembinaan dan pencerahan pada masyarakat di wilayah Kecamatannya masing-masing.

Penyuluh ini kata dia, menjadi tugas pengembangan ilmu yang luar biasa. Apalagi orientasinya itu tadi, yakni pembinaan pada masyarakat.

“Tangan kita sudah sampai ke kecamatan. Jadi, kepada para penyuluh mulai dari sekarang binalah majelis taklim, berkonstribusilah disana dan berikan pembinaan. Ingat, tugas penyuluh ditekankan mesti ceramah,” ujarnya.

Diketahui, bahwa saat pembukaan/ pendaftaran penyuluh agama islam non PNS di lingkungan Kemenag beberapa waktu lalu, ada 125 orang yang daftar. Setelah diseleksi melalui syarat administrasi, tes tertulis dan wawancara, dari jumlah itu hanya diluluskan 80 orang saja sesuai jatah masing-masing kecamatan. [rhd]
 


Baca juga:
PILKADA MUBA MINIM PELANGGARAN
DIREKTUR PDAM LAHAT TERGANJAL PERMENDAGRI
KKN UNBARA NANTINYA DIKAWAL TNI DAN POLRI
SIDANG KODE ETIK PANWASLIH MUBA
TINJAU KESIAPAN PENGAMANAN PILKADA MUBA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Ketua Masjid Wafat Saat Jadi Imam Shalat Taraweh
Belum Dilewati, Tol Palindra Amblas Duluan
Demo Raskin Jelek Batal, Sat Pol PP - Polisi OKU Bubar Jalan