Setahun Lalu Yullia Dibekap, Kegadisannya Direnggut dan Divideokan Pula

Kriminal  SELASA, 10 JANUARI 2017 , 21:42:00 WIB | LAPORAN: DEDE SUHEN

Setahun Lalu Yullia Dibekap, Kegadisannya Direnggut dan Divideokan Pula

Korban penyekapan saat di Mapolres Prabumulih/RMOLSumsel-dek

RMOL. Yullia Ratna Sari (21), mahasiswi asal Desa Sumaja Makmur Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim, menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh pacarnya sendiri  Dwiki Fadlian (26).

Dengan telah diamankannya warga Jalan Prof M Yamin RT003 RW002 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih itu, Yullia kini dapat bernafas lega.

Saat dibincangi di Ruang Sat Reskrim Polres Prabumulih, Yullia menceritakan bahwa dirinya merupakan mahasiswa satu kampus di Prabumulih. Ia telah berpacaran dengan tersangka sekitar 18 bulan.  Ketika baru pacaran, tersangka bersikap wajar bahkan telah menarik simpati keluarga korban.

"Pertama pacaran dia baik, Kak. Cara dia bagus, sampai keluargaku tertipu hingga sekarang. Karena dia bisa membawa diri," ungkapnya.

Namun setelah tiga bulan menjalin asmara, pelaku mulai menunjukkan tabiat aslinya. Petaka pun bermula saat Yullia diajak tersangka ke Palembang untuk mencari buku guna keperluan kuliah. Alih-alih mencari buku, korban malah dibawa kesebuah hotel melati di kawasan Jalan Veteran.

Di hotel itu, korban dibekap, ditelanjangi, lalu diperkosa. Tak sampai di situ, pelaku juga mengabadikan kejahatan seksualnya tersebut dengan cara difoto dan dibuat video.

"Dengan itulah saya diancam kak. Kalau tidak menuruti kemauannya foto dan video akan dia sebar. Saya juga diancam bakal dibunuh," ujarnya.

Selama satu tahun lebih pacaran, korban terus dianiaya dan diperas oleh tersangka. Tak jarang apabila kemauan tersangka tidak dituruti, kepala korban dipukul menggunakan batu bata, HP, hingga dibenturkan ke tembok. Bahkan dalam satu waktu dirinya disuruh menjilat kedua kaki tersangka, koreng tersangka kemudian mulut korban disumpal menggunakan sepatu.

Hingga akhirnya kedua tangan dan kaki diikat  dengan tali plastik dan diseret ke dalam kamar mandi kosan tersebut, kemudian korban diancam pakai golok sambil kepalanya dipukul. Korban akhirnya bisa bebas setelah memberikan sejumlah uang yang dipinta.

"Saya bilang duit itu ada, tapi tolong lepaskan. Waktu lepas saya kemudian ambil duit yang  dititipkan di tetangga," terangnya.

Tak hanya penyiksaan, korban juga dijual oleh pelaku melalui jejaring sosial facebook. Bermodalkan akun palsu, tersangka menjajakan korban kepada lelaki hidung belang. Dengan mengupload foto korban apabila ada pria hidung belang yang berminat.

"Saya lebih baik dipukul dari pada jadi pelacur. Setiap saya menolak, selalu dihajarnya kak. Bahkan dia sering suruh saya cepat-cepat selesaikan kuliah biar saya bisa jadi pelacur," bebernya.

Tindakan penganiayaan tersebut akhirnya terungkap setelah Hermanto, ayah korban datang ke rumah neneknya. Lantaran lelah dengan penyiksaan yang ia terima, korban menceritakan semua kejadian ke orang tuanya. Kemudian bersama orangtuanya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Prabumulih hingga akhirnya pelaku dapat diringkus. [ida]

Komentar Pembaca
Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

KAMIS, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

SELASA, 17 APRIL 2018 , 13:00:00

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

SELASA, 17 APRIL 2018 , 11:00:00

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

SENIN, 12 MARET 2018 , 15:20:00

Progres Taman LRT

Progres Taman LRT

SELASA, 06 MARET 2018 , 10:59:00

Cawako-Cawawako Sampaikan Visi Misi

Cawako-Cawawako Sampaikan Visi Misi

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 10:17:00