RMOLSUMSEL

Home     


PANCAROBA PENYEBAB KEGAGALAN SATU JUTA EKOR BENIH DI PAGARALAM
SELASA, 10 JANUARI 2017 , 18:29:00 WIB
LAPORAN: DELTA HANDOKO

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Produksi benih Nila di Balai Benih Ikan (BBI) Pagaralam sangat mendominasi jika dibandingkan dengan jenis lainnya, seperti ikan mas, lele, ataupun koi.

“Lebih dari separuh benih yang diproduksi di BBI merupakan Nila,” ujar Kepala UPTD BBI, Okta Novianto kepada RMOL Sumsel, Selasa (10/1).

Dia menyebutkan, seperti produksi benih ikan sepanjang 2016 sudah dihasilkan sekitar 400 ribu ekor.

“Dari jumlah ini lebih dari separuhnya adalah benih Nila, selebihnya Lele, ikan Mas, dan Koi,” katanya.

Dia menyebutkan, sebenarnya target di tahun lalu diharapkan bisa tembus 1 juta ekor benih. Lantaran berbagai hambatan, sehingga target produksi belum tercapai. Salah satunya karena adanya serangan penyakit menyerang benih dan pembiakan indukan, sebagai akibat faktor cuaca atau pancaroba.

“Kondisi iklim tak menentu ini tentunya mempengaruhi proses pemijahan atau pembiakan benih. Belum lama ini, BBI sempat melakukan pemijahan ribuan benih Lele Sangkuriang, yang hasilnya banyak benih yang tak berhasil hidup akibat pancaroba. Belum lagi serangan penyakit menyerang benih,” ungkap Okta.

Program sejuta benih, dikatakan Okta, tak lain untuk memenuhi kebutuhan benih, baik untuk pembudidaya ikan di Pagaralam ataupun di luar. Juga untuk restoking disejumlah perairan atau tebat (kolam) yang tersebar di lima kecamatan.

Ia mengatakan, pembudidaya lokal tak perlu lagi membeli bibit dari luar. Semisal untuk jenis Nila Nirwana yang juga dikembangkan di daerah lain seperti Lubuklinggau.

“Ke depan, produksi benih tetap akan kita optimalkan. Sisi lain, perlu adanya pelatihan SDM, khususnya bagi petugas BBI dalam hal pembudidayaan ikan dan penanganan penyakit yang menyerang ikan,” katanya. [rik]


Baca juga:
PKK EMPAT LAWANG KINI DIJABAT FARIHA SYAHRIL
CABAI RP80 RIBU DI LAHAT
GUBERNUR: DARIPADA BANTU DKI JAKARTA, BANTULAH KAMI DISINI
SENILAI RP14 MILIAR KINI PENUH SEMAK BELUKAR
BASYARUDIN: AWAL BANTUAN PEMERINTAH PUSAT


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Pengelola Objek Wisata Dipanggil Dispar, Ngapain?
Banyak Alat Berat Milik Perusahaan Tak Terdaftar, Bagaimana dengan Pajaknya?
Reses Dewan, Konstituen Keluhkan Jalan