RMOLSUMSEL

Home     


BUDAYA WAYANG KULIT HARUS TETAP DILESTARIKAN
MINGGU, 08 JANUARI 2017 , 20:17:00 WIB

  

RMOL. Tokoh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Abdiyanto Fikri mengajak masyarakat, khususnya Desa Sinar Harapan Mulia, Kecamatan Teluk Gelam OKI untuk dapat melestarikan budaya pagelaran wayang kulit. Sebab wayang kulit merupakan ciri khas budaya yang harus dipertahankan.

“Wayang kulit ini merupakan salah satu ikon bangsa Indonesia yang harus dipertahankan serta dilestarikan. Karena dalam pagelaran wayang tersebut terdapat nilai-nilai yang menggambarkan kehidupan masyarakat,” kata Abdiyanto saat menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati hari jadi Desa Sinar Harapan Mulia Kecamatan Teluk Gelam yang ke 22 tahun, Sabtu (7/1) malam.

Dalam pewayangan, lanjut dia, lebih mengajarkan dua sisi watak manusia dan kepribadian manusia yang baik serta buruk, dimana pada akhirnya kebaikanlah yang akan keluar sebagai pemenangnya.

“Ini adalah budaya bangsa kita, Indonesia dikenal dari ragam budayanya. Maka dari itu, budaya wayang kulit perlu dipertahankan dan dilestarikan,”ujar anggota DPRD OKI ini.

Politisi PDI Perjuangan ini melanjutkan, pagelaran wayang ini juga merupakan momentum untuk menguatkan kepribadian dan kebudayaan bangsa yang terus bergerak dan diharapkan dapat memberikan motivasi dalam merealisasikan revolusi mental.

Sementara itu, Dalang Degleng, Totok Irawan mengapresiasi kehadiran para anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit. Menurut dia, kebanyakan pemimpin hanya mencari simpati masyarakat yang hanya datang memberikan bantuan lalu pulang.

“Tapi para anggota dewan dari PDIP ini tidak demikian. Mereka juga ikut menikmati pementasan kami. Bahkan hingga larut malam pemimpin yang mengerti budaya seperti ini yang kami inginkan,”tuturnya.

Dia juga berharap, budaya wayang kulit ini dapat terus dilestarikan sehingga dikenal oleh anak cucu. Karena wayang kulit adalah bagaikan telur dari kebudayaan itu sendiri yang dapat berbicara banyak hal, baik konsep sosial, relijius, maupun kehidupan wayang itu sendiri.

"Banyak hal yang bisa dieksplor dari wayang ini," jelasnya. [darfian/rhd]


Baca juga:
HEBAT! BONN CHALLENGE PERTAMA DI ASIA, SUMSEL JADI TUAN RUMAH
PEMPROV SUMSEL BANGUN TPST REGIONAL PERCONTOHAN DI BANYUASIN
DEWAN PERS PASTIKAN 11 SITUS YANG DIBLOKIR TIDAK TERDAFTAR
ANGDES LEBIHI MUATAN
INI PROGRAM YANG DITAWARKAN WABUP MURATARA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Semarakan HUT RI, Ratusan Anak SD Ambil Bagian
Lukis Tong Sampah: Mengasah Kreativitas dan Peduli Lingkungan
Peringati HUT Ke-72 RI, Kota Prabumulih Jadi Kuning-Merah