RMOLSUMSEL

Home     


DEVI SUHARTONI
ILLEGAL FISHING DI SUNGAI PUN MASIF
MINGGU, 08 JANUARI 2017 , 18:43:00 WIB
LAPORAN: SUHARDI

WAKIL BUPATI MURATARA, DEVI SUHARTONI/RMOL SUMSEL
  

STIGMA negatif persoalan kemanan di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang terkenal tidak aman lantaran banyaknya begal yang berkeliaran di jalan lintas kini mulai luntur.

Perlahan daerah otonomi baru di Sumatera Selatan (Sumsel) itu keamanannya mulai kondusif berkat kerja keras pemerintah Kabupaten Muratara dan aparat keamanan setempat.

Dibalik kondisi Muratara yang kini aman tersebut, tak lepas dari campur tangan Wakil Bupati Muratara, Devi Suhartoni. Jurus jitunya berhasil “melenyapkan” komplotan begal dan pemalak” yang kerap bersaksi di Jalan Lintas.

Al hasil, kini stigma buruk soal keamanan di Muratara kini mulai pudar.

Kepada RMOLSumsel, Wabup Muratara Devi Suhartoni mengatakan stigma tidak aman sempat lama mengecap di Muratara. Namun kini stigma buruk itu hilang seiring upaya pemerintah Muratara menjadikan Muratara aman.

"Soal kemanan, jalan lintas kamikan stigmanya masuk Muratara itukan tidak aman, banyak pemalak, banyak begal. Sekarang para begal-begal di jalan lintas sudah mulai kita tangani kita tangkap, termasuk residivis tingkat tinggi," ujar Devi Suhartoni belum lama ini.

Dikatakannya, kini jalan lintas di Muratara mulai dari Trawas sampai Simpang Jambi dinyatakannya aman. Pengendara yang melintas baik siang maupun malam hari tidak merasa khawatir lagi.

"Dan ini pesan juga untuk semua bahwa Muratara sekarang kondisi jalan lintas mulai dari trawas simpang Jambi mulai aman. Kalau kita bicara statistik kalau dulu 10 sekarang itu tinggal paling 1 atau 2. Dan mobil truk yang ke Jambi, ke arah ke utara itu sudah mulai banyak berani malam hari. Kalau dulu kan ada warung-warung, supir truk dipintai duit sekarang sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Diakuinya, tak mudah menghilangkan stigma buruk tersebut. Upaya preventif juga telah dilakukan Devi Suhartoni untuk menjadikan Muratara aman, dia turun langsung kelapangan menjelaskan kepada pelaku begal bahwa apa yang dilakukan para begal tersebut tidak benar.

"Kita menjelaskan kepada mereka bahwa apa yang dilakukan mereka itu tidak benar. Walaupun mereka juga nanya jalan keluarnya apa?. Ya jalan keluarnya waktu itu saya sendiri ngomong tidak ada. Tapi jalan keluarnya kamu amankan Muratara," tegasnya.

Menurutnya jika suatu daerah aman, maka masyarakat akan merasa aman sehingga untuk mencukupi kebutuhan hidup pun akan mudah.

Tak hanya meminta pelaku begal berhenti melakukan tindak kejahatannya, tahun ini lanjutannya pemerintah Kabupaten Muratara ada program pengiriman untuk masyarakat belajar UKM (usaha kecil mandiri).

Mereka akan diajarkan mengenai bagaimana membuat kerajinan tangan misalnya dari bambu dan segala macam. Terlepas dari itu, ditegaskannya ada atau tidaknya jalan keluar para begal ini diminta untuk berhenti melakukan tindakan kriminal.

"Pemerintah menegaskan, mau ada jalan keluar atau tidak ada, kamu harus berhenti. Karena ini tidak baik untuk masyarakat tidak baik untuk daerah," tegasnya.

Selain berhasil mengatasi persoalan keamanan, Devi Suhartoni juga berhasil menjaga biota sungai dari tangan jahil penyetrum ikan.

Menurutnya persoalan kemanan dan sungai merupakan hal penting bagi bangsa Indonesia. Pihaknya berupaya menjaga sungai dari perusakan biota ataupun lingkungan hidup.

"Kenapa saya memulainya dari Muratara, karena saya melihat pemerintah pusat hanya fokus pada laut sedangkan Indonesia punya banyak sungai sungai besar. Padahal masyarakat banyak menggantungkan nasib di sungai," ujarnya.

Dikatakannya, setelah dilantik 17 Februari 2016 sebagai Wakil Bupati Muratara, dia mulai menerapkan kebijakan larangan menyetrum ikan. Kebijakan itu tepatnya diterapkan dua minggu pasca pelantikannya. Tepatnya pada 1 Maret.

Kebijakan itu diterapkannya sebagai upaya pelestarian ikan sungai. Karena pelaku yang melakukan penyetruman dengan daya listrik mencapai 30 ribu watt akan membuat seluruh ikan mati.

Terlebih kata dia, d Muratara sudah hampir 20 tahun untuk mencari ikan di sungai dan dirasa cukup sulit.

"Padahal ikan tersebut selain sumber gizi, juga sumber ekonomi dan sumber sejarah. Untuk diangkat jangka panjang. Karena apa yang kita buat sekarang bukan apa yang kita nikmati. Tapi untuk generasi yang akan datang.
Kalau ikan ikan itu mati, generasi kedepan tidak tahu mana ikan tapa, ikan baung dan lain lain," katanya.

Dilanjutkannya empat bulan pasca diterapkan kebijakan tersebut, tepatnya di bulan Juli yang bertepatan dengan bulan suci ramadhan, harga ikan baung tembus di angka Rp 7p ribu. Sementara harga karet dan sawit kala itu turun drastis. Beruntung perekonomian masyarakat Muratara dapat ditopang dengan hasil mencari ikan di sungai.

"Ikannya banyak. Nah itukan sudah menolong masyarakat dan ini program akan kami lakukan terus, dan sekarang kabupaten Muratara sudah punya yang namanya LPPAS (Lembaga Persatuan Peduli Aliran Sungai). Dan mereka patroli setiap malam, dan itu sifatnya kepada para pecinta alam lingkungan hidup kemudian pecinta sungai rawas. Mereka tidak digaji, tapi pemerintah fasilitasi peralatan," jelasnya.

Dari kebijakan tersebut diterapkan, kini pihaknya berhasil mengamankan 80 kapal yang melakukan penyetruman dengan daya listrik 10 ribu hingga 35 ribu watt.

Untuk sanksi, pelaku akan dijerat dengan undang undang lingkungan hidup dengan ancaman pidana.

"Tetapi sebelum melakukan itu, kita mengidentifikasi desa-desa atau nelayan yang melakukan penyetruman atau pukat harimau (merusak ekosistem sampai ke dasar sungai). Dengan melakukan persuasif untuk mereka tidak melakukan itu. Lebih kurang dari bulan 3 sampai bulan 5. Bulan ke 6 -7 kami ambil tindakan menerapkan undang-undang lingkungan hidup. Dan alhamdulillah sekarang berjalan dengan bagus. Bahkan ada beberapa kabupaten kota yang tertarik untuk studi banding," tukasnya. [yip]


Baca juga:
RHOMA IRAMA: JAKARTA BUTUH SOSOK YANG MERANGKUL
KPHL DESAK PERUSAK TANAMAN KAYU PANJANG UMUR DITINDAK
MUSIM DEPAN, KLUB CUMA BOLEH PAKAI 2+1 PEMAIN ASING
DALAM WAKTU DEKAT 464.909 SURAT SUARA SELESAI DICETAK
PRABOWO DIMINTA PANASKAN MESIN PARTAI MENANGKAN ANIES-SANDI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Sosok Muda yang Sukses