RMOLSUMSEL

Home      RMOL Group


CABAI OPLOSAN BEREDAR LUAS WASPADALAH
MINGGU, 08 JANUARI 2017 , 09:19:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Komisi Persaingan Dan Pengawas Usaha KPPU Surabaya, melakukan sidak harga cabai di pasar Wonokromo Surabaya baru-baru ini.

Dalam sidak tersebut tidak ditemukan adanya indikasi kartel, tapi banyak pedagang melakukan oplos cabai untuk menghindari rugi. Cabai oplosan dilakukan dengan mencampur yang segar dan busuk.

Hal ini dilakukan pedagang sejak hampir tiga minggu lalu lantaran ogah rugi melihat fluktuasi harga cabai yang terpengaruh musim.

Dari hasil sidak KPPU Surabaya ditemukan kenaikan merata di seluruh jenis cabai. Harga tertinggi terjadi pada cabai rawit merah mencapai Rp 90 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah Rp 24 ribu rupiah, dan cabe keriting sebesar Rp 50 ribu per kilogram.

Namun, pedagang juga memberikan opsi pada pembeli jika dirasa harga cabai terlalu tinggi. Yakni dengan mengalihkan opsi cabai segar ke yang kering dengan selisih harga lebih murah Rp 10 ribu .

"Kami tidak yakin mahalnya harga cabai akibat permainan tengkulak," ujar Aru Armando, Kepala KPPU Surabaya seperti diberitakan jpnn.com, Minggu (8/1).

KPPU Surabaya melakukan pemeriksaan dari sisi pasokan.
Dampak kenaikan harga cabe dirasakan pedagang lantaran pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian yang mencapai 50 persen.

Menurut Hermin salah satu pedagang, jumlah pasokan juga dikurangi separuh, dari 100 kilogram perhari menjadi 50 kilogram. [rik]


Baca juga:
KELELAHAN KH HASYIM MUZADI ISTIRAHAT DI ICU RUMAH SAKIT
INI CARA INDONESIA KURANGI KETERGANTUNGAN SEMBAKO IMPOR
KURANGI KETERGANTUNGAN IMPOR BERAS
JUSTRU PEMERINTAH KERAP JADI SUMBER HOAX
GARA-GARA DINASTI POLITIK, GENERASI MUDA INDONESIA MENJAUH DARI POLITIK


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Bendera Cina Berkibar, Warga Sempat Curigai Gambar Palu Arit
Dishub Tutup Izin Trayek
Petugas PBK-Warga Berhasil Padamkan Api