RMOLSUMSEL

Home     


KURANGI KETERGANTUNGAN IMPOR BERAS
MINGGU, 08 JANUARI 2017 , 07:58:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, program kluster pertanian yang tengah disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM juga diproyeksikan untuk mengurangi ketergantungan akan beras impor.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung G.N Puspayoga, usai melakukan kunjungan ke KUD Padangan,  Bojonegoro, Jawa Timur, seperti diberitakan RMOL (Induk RMOL Sumsel), Minggu (8/1).

"Untuk tahap awal, saat ini sudah disiapkan lima kluster pertanian di lima daerah dengan masing-masing luas lahannya 1.000 hektar, nantinya akan ada 65 kluster pertanian yang saya kira akan mampu mengurangi bahkan menhentikan ketergantungan beras impor," kata Puspayoga.

Kelima daerah yang disiap itu adalah Sukabumi, Lampung, Banyumas, Demak dan Bojonegoro. Dari kelimanya, kluster Sukabumi yang sudah berjalan, selebihnya masih dalam proses. Kluster pertanian di Sukabumi menggandeng PT Pertamina yang menyalurkan dana CSR nya melalui program kemitraan bina lingkungan (PKBL).

Dalam hal ini 2.400 petani yang tergabung dalam kluster tinggal berproduksi saja, sedang saprodi (sarana produksi padi) disiapkan oleh koperasi, sementara PT yang dibentuk (PT BUMR) membeli Gabah Kering Panen (GKP) seharga Rp 4.500 per kg lalu memasarkannya. [rik]


Baca juga:
SUKA DANDAN DAN RAMAH, ITULAH SOSOK YANG MEREBUT HATI SANG BUPATI
GARA-GARA DINASTI POLITIK, GENERASI MUDA INDONESIA MENJAUH DARI POLITIK
SENGGAMAI ISTRI POLISI, BUPATI YATENGLIE MEMBUAT MENDAGRI SIAPKAN SANKSI
DEWAN PERS PASTIKAN 11 SITUS YANG DIBLOKIR TIDAK TERDAFTAR
HARGA PREMIUM, SOLAR DAN MINYAK TANAH BARU AKAN DIKAJI BULAN MARET


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer