RMOLSUMSEL

Home     


BERDIRI DI OKU IZINNYA KE OKUT, GAK JELAS!!!
SABTU, 07 JANUARI 2017 , 12:33:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

PRIYATNO DARMADI/RMOLSUMSEL/WIWIN
  

RMOL. Tapal batas lahan wilayah antara Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Timur (OKUT) terkait lokasi pembangunan PT Gula Nusantara Sukses (GNS) mulai ada titik terang.

Setelah dipaparkan pilar-pilar dan berita acara sebelumnya, sudah disepakati bahwa basecamp PT GNS berada di Desa Kedaton Timur kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR). Artinya wilayah tersebut milik daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang.

Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) OKU, Priyatno Darmadi saat dibincangi RmolSumsel kemarin mengatakan, selain basecamp, juga ada sebagian areal lahan yang akan ditanami PT GNS juga masuk wilayah OKU.

"Namun hal itu belum bisa kita sebutkan karena kita belum menerima peta. Dan paparan peta dari pihak PT GNS," katanya.

Kata Priyatno, saat ini, OKU belum mengeluarkan izin lokasi. Sebab sebelumnya, izin lokasinya diberikan OKU Timur, hanya saja sebagian wilayahnya berada di OKU.

"Makanya kita (OKU) telah mengirim surat kepada Pemerintah OKUT untuk menjelaskan hal sebagaimana tersebut, dan memerintahkan PT GNS untuk menghadap Bupati, untuk berkoordinasi dalam upaya mencari penyelesaian terbaik,” jelas Priyatno.

Kapan waktu pastinya pertemuan antara pihak terkait, belum bisa dipastikan. Saat ini mereka masih menunggu kesiapan dan balasan dari pihak-pihak terkait.

Sebelumnya dijelaskan, tapal batas lain yang belun selesai masih ada. Seperti dengan Kabupaten OKU Selatan (OKUS).

“Dengan OKUS sebetulnya tidak ada masalah. Hanya penegasan batas antara dua wilayah di kecamatan Lengkiti dengan Kecamatan Simpang Martapura, OKUS. Dan itu sudah ada pembicaraan dan akan kita buat pilar-pilar batas,” tandasnya.

Perbatasan daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan tentangganya seperti Muaraenim, dan Kabupaten lainnya hingga kini juga belum selesai. Terkhusus lagi masalah tapal batas yang menyangkut Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di dalamnya.

Seperti tapal batas OKU – Muaraenim di Air Gemuhak Ulu Ogan. Dimana ada sumber panas bumi disana. Begitu pun juga perbatasan Lubuk Batang (OKU) dengan Lubai (Muaraenim), dimana ada titik minyak sumur bor.

Menyangkut persoalan ini, Priyatno mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melapor ke pemerintah provinsi.

“Di provinsi kami sudah melapor Kabag Batas Wilayah Provinsi dan ada juga Kabag Tapem Muaraenim. Insya Allah awal tahun ini ada titik temu perihal tapal batas dua titik Semendo (Muaraenim) - Ulu ogan (OKU) tersebut,” ujarnya.

Begitupun juga dengan tapal batas antara Lubuk Batang (OKU) dan Lubai (Muaraenim) dimana ada sumur minyak disana, juga diharap dapat segera diselesaikan.

"Sudah ada pembicaraan antara OKU dan Muaraenim yang difasilitasi provinsi,” imbuhnya.

Selain persoalan tapal batas dengan Muaraenim, masih ada lagi masalah batas yang belum ditentukan, seperti di Sukapindah Kecamatan Peninjauan. Dimana disana ada satu titik persoalan tapal batas. “Kalau di Sukapindah itu hanya penegasan batas saja,” sebutnya. [rik]


Baca juga:
IKAN PARI SUNGAI LEMATANG BIKIN HEBOH WARGA LAHAT
HARGA ANJLOK PETANI NANGIS, HARGA TINGGI KONSUMEN TERCEKIK
KONFLIK SDA, DOMINAN WARNAI OKU
BUJANG GADIS PALI AJAK PELAJAR STOP 'NGOMIX'
SEJAK SUBUH WARGA BERANGKAT GUNAKAN MOBIL BAK TERBUKA DEMI..


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Warga Komplek Ini Potong Sapi Cuci Dusun Gegara Kasus Dokter Mesum
Setelah Belasan Tahun, Banjir Hebat Kembali Terjadi di Prabumulih
Ngeri, Ada Tengkorak Manusia di Kebun Warga