RMOLSUMSEL

Home     


KEGIATAN BONN CHALENGE
SUMSEL KOMITMEN RESTORASI 400 RIBU HEKTAR LAHAN GAMBUT
JUM'AT, 06 JANUARI 2017 , 15:30:00 WIB
LAPORAN: AAN WAHYUDI

LAHAN GAMBUT/NET
  

RMOL. Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkomitmen mendukung restorasi lahan gambut atau hutan yang mengalami degrasi alias kerusakan. Dengan menyiapkan 400 ribu hektar sebagai bagian dari kegiatan Bonn Challenge yang menargetkan merestorasi 150 juta hektar lahan sampai dengan 2020.

Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani mengatakan, perkembangan inisiatif Bonn Challenge, diluncurkan pertama kali pada 2 September 2011 oleh Germany dan The Internasional Union For Conservation (IUCN), merupakan gerakan global untuk merestorasi lahan yang terdeforestasi dan terdegradasi.

"Jadi, Provinsi Sumsel yang pertama memiliki komitmen 400 ribu hektar. Padahal seharusnya Asia Pasific, tetapi di sana belum ada yang memiliki komitmen seperti Sumsel," tegasnya, Jumat (6/1).

Lahan gambut yang akan direstorasi di Provinsi Sumatera Selatan seluas 400 ribu hektar. Najib menjelaskan, akan difokuskan ke tiga kabupaten, yang pada beberapa tahun belakang mengalami kerusakan lahan gambut terparah. Akibat terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Seperti, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabuapetn Musi Banyuasin, dan Kabupaten Banyuasin.

Kegiatan Bonn Challenge (Tantangan Bonn) dilaksanakan di Kota Palembang direncakanan pada 13 sampai 14 Februari 2017 mendatang. Membahas kegiatan teknis bersama mitra terkait seperti APP, WRI, Belantara, ZSL, GIZ Biocline dan lainnya.

"Walaupun kecil, Sumsel sudah ada contoh lahan yang direstorasi, sperti di Desa Sepucuk OKI, dan Sumsel sudah biasa menyelenggarakan, event besar. Tentunya dengan adanya dukungan seluruh mitra," tegasnya.

Kegiatan Bonn Chalenge menargetkan melakukan restorasi 150 juta hektar di dunia sampai dengan 2020. Selanjutnya, sampai dengan 2030, ditargetkan hutan yang terdegrasi dapat dilakukan restorasi seluas 300 juta hektar di dunia. [rik]


Baca juga:
CARI PELAJAR PENYALAHGUNAAN SIRUP OBAT BATUK
PERSOALAN SENGKETA PILKADA MUBA INI KATA PRAKTISI HUKUM
SALING SANGKAL KEBIJAKAN BIKIN MALU, KEPEMIMPINAN JOKOWI TIDAK KUAT
ADA HABIB RIZIEQ SYIHAB, KH ZAITUN RASMIN DAN MUHAMMAD AL KHATHTHATH
AMERIKA SUDAH FOKUS MINERAL DI MARS, MASA INDONESIA URUS STNK AJA SUSAH


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Inilah Bukti Setya Novanto Kenal Terdakwa Kasus E-KTP
Partai Berkarya Sumsel Optimis Lolos Verifikasi Faktual KPU
Lama Menunggu, Wako Pagaralam Tinggalkan Acara PDIP