RMOLSUMSEL

Home     


HOBI 'KULU KILIR', PEJABAT PALI DIBANGKU PANJANGKAN
SELASA, 03 JANUARI 2017 , 16:55:00 WIB
LAPORAN: WAHARI

BUPATI SAAT MENEMUKAN SATU KELUARGA DENGAN 11 ANAK BEBERAPA HARI LALU/RMOLSUMSEL
  

RMOL.Ada yang menarik dalam pelantikan yang dilakukan Bupati PALI Heri Amalindo terhadap 232 pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten PALI,hari ini, Selasa (3/1) di gedung Orkes komplek Pertamina Pendopo. Yakni ada delapan pejabat yang harus lengser dan harus meninggalkan kursi empuknya sebagai kepala SKPD yang pernah didudukinya, dan sampai saat ini belum ada posisi sebagai penggantinya.

Kedelapan kepala SKPD tersebut yaitu,Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),Badan Kesatuan Bangsa dan Politik,Dinas Kesehatan,Sekretaris Dewan,Dirut RSUD Talang Ubi,Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) dan Camat Talang Ubi.

Dalam menyampaikan sambutanya ketika pelantikan, Bupati menyinggung adanya masyarakat yang masih terlilit kesusahan sementara jarak dan pusat pemerintahan hanya sekitar 2 kilometer.

"Ketika kami blusukan selama dua hari saat libur panjang,kami temukan ada satu keluarga yang mempunyai 11 anak yang tinggal dirumah yang sempit. Dimana mereka makan,tidur dan masak serta melakukan aktivitas lain di satu ruangan,tanpa ada peralatan rumah tangga, bahkan tikar pun hanya ada selembar, itupun hanya digunakan untuk sembahyang .Lebih sedihnya lagi, terkadang mereka tidak makan. Melihat hal itu,dimana peran Dinsos hingga masih kita temukan warga seperti itu," beber Bupati.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan kondisi keluarga yang berada di Talang Tumbur Kelurahan Talang Ubi Barat yang pernah dijumpainya.

"Ke 11 anak dalam rumah itu tidak ada yang sekolah. Dan ketika kami datang, mereka hanya merebus gedang untuk dimakan, sebab setiap harinya mereka harus menghabiskan 4 kg beras, sementara terkadang kepala keluarga mereka tidak mampu untuk membelinya. Disinilah peran kita yang harus bertanggungawab untuk mensejahterakan masyarakat," terangnya.

Selain menemukan satu keluarga dengan 11 anak,Bupati juga mendapati satu orang anak yang baru disunat, alat kelaminnya busuk.

"Di daerah sama,kami temukan lagi satu anak yang alat kelaminnya menjadi luka borok usai disunat, dan ketika ditanya mereka tidak punya biaya untuk berobat. Atas keadaan ini,kami tekankan kepada Lurah untuk lebih aktif lagi mendata dan inventarisir warga seperti itu. Kalau ada bantuan-bantuan langsung bawa jangan menunggu adanya kupon atau persyaratan lainnya,sebab yang seperti itu wajar mendapat bantuan," titahnya.

Bupati juga menyarankan kepada pegawai di lingkungan Pemkab PALI untuk pindah dan menetap di PALI.

"Lebih baik pindah kesini bawa anak istri,daripada kulur kilir ke Palembang atau daerah lain, karena hal itu berpengaruh juga pada kinerja kita. Hitung saja sendiri, mungkin besar lah ongkos bolak balik daripada gaji yang diterima tiap bulannya. Daripada seperti itu, lebih baik sumbangkan kepada masyarakat miskin," saran Bupati.

Sementara itu,Yuhairudin,kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten PALI,ketika ditemui RMOL Sumsel, mengaku ada beberapa pejabat yang di rolling serta ada yang digeser dan menunggu jabatan yang cocok untuk dipegang oleh pejabat tersebut.

"Ada yang memasuki masa pensiun dan ada yang masih menunggu arahan Bupati untuk penempatan jabatan yang cocok, jadi bukan di bangku panjangkan," jelas Yuhok panggilan akrab kepada BKSDM ini.[sri]


Baca juga:
AGAMA LANDASAN HIDUP PERINGKAT PERTAMA
DIKUKUHKAN, TIM SABER PUNGLI PALI HARUS LANGSUNG BERTUGAS
BUPATI PALI: MEDIA SILAHKAN KRITIK ASAL PAKAI ETIKA JURNALIS
LIBUR, BUPATI DATANGI WARGA DARI RUMAH KE RUMAH
2018 JALAN DI PALI BEBAS LUMPUR


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Utusan Allah Membuat Geger Sidang Ahok Pagi Ini
Inilah Bukti Setya Novanto Kenal Terdakwa Kasus E-KTP
Pemerintah Diminta Pertahankan RTH Sungai Bayas